banner 468x60
Hukum dan Kriminal

Polisi Bongkar Sindikat Sabu 3 Kg Bermodus Pick-Up Sayur, Kurir Dibayar Rp240 Juta!

×

Polisi Bongkar Sindikat Sabu 3 Kg Bermodus Pick-Up Sayur, Kurir Dibayar Rp240 Juta!

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK–Drama pengungkapan jaringan narkotika kelas kakap terjadi di Kota Pontianak.

Satuan Reserse Narkoba Polresta Pontianak sukses menggagalkan peredaran sabu seberat 3 kilogram yang dibawa dua pria menggunakan mobil pick-up.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, dalam wawancara Rabu (30/7), mengungkapkan bahwa dua tersangka masing-masing bernama Budianto alias Budi Jungkat dan Aris Suhendra alias Boy asal Mempawah, berhasil diamankan saat hendak mengantar paket haram tersebut ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Tersangka merupakan kurir, dijanjikan upah sebesar Rp80 juta per kilogram,” ungkap Suyono. Total nilai upah mencapai Rp240 juta untuk tiga kilogram sabu yang dikemas dalam plastik bertuliskan “blue bird”.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di Jalan Abdurahman Saleh, Pontianak Tenggara.

Tepat Jumat 25 Julin2025, Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas mencurigai dua pria dengan kendaraan pick-up abu-abu. Setelah dihentikan dan digeledah, ditemukan tiga paket sabu dalam kendaraan tersebut.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku dikendalikan oleh seseorang bernama Bob, yang mengatur seluruh pengiriman melalui komunikasi digital.

“Bob memberikan petunjuk lokasi barang dan titik temu hanya lewat handphone, tanpa pernah bertatap muka,” jelas Kapolresta.

Lebih mengejutkan, keterlibatan keduanya berawal dari pertemanan biasa dengan Bob di media sosial.

“Bob awalnya menghubungi Budi lewat messenger Facebook. Dari situ, disepakati pengiriman sabu ke Kalimantan Tengah,” tambah Suyono.

Keseharian Budi diketahui bekerja sebagai sopir pengantar sayur-mayur. Namun siapa sangka, di balik kesederhanaannya, tersangka menerima tawaran menggiurkan untuk mengedarkan narkoba.

“Mereka juga mengaku pernah memakai sabu bersama,” ujar Kapolresta.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan intensif untuk memburu Bob dan mengungkap jaringan di atasnya.

“Kami mendalami asal barang dan siapa saja yang terlibat. Peredaran narkoba ini sudah lintas provinsi, tidak bisa dianggap remeh,” tegas Suyono.