PONTIANAK – Kota Pontianak dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah tentang pengelolaan data statistik sektoral melalui modul e-Walidata.
Pemilihan Kalimantan Barat dinilai strategis karena posisinya di tengah Indonesia serta berbatasan langsung dengan negara lain, sehingga memiliki tantangan khusus dalam pelayanan publik.
“Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar program pembangunan berjalan efektif serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ketua Panitia Rakor, Rendy Jaya Laksamana, di Hotel Golden Tulip, Selasa (26/8).
Rakor ini dirancang sebagai forum memperkuat kolaborasi pusat dan daerah dalam tata kelola data.
Rendy menegaskan kebijakan nasional harus mampu mengakomodasi kebutuhan daerah agar pembangunan lebih merata dan sesuai kondisi lapangan.
Kepala Bappeda Kalbar, Mahmudah, menegaskan data merupakan fondasi utama kebijakan pembangunan.
“Tanpa data valid, perencanaan ibarat membangun rumah di atas pasir, rapuh dan mudah runtuh,” katanya.
Ia menekankan pentingnya integrasi data antarinstansi dan penguatan penerapan e-Walidata SIBD dalam kerangka Satu Data Indonesia.
Menurutnya, kini kebijakan pembangunan harus berbasis data, bukan sekadar program.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Sektoral Diskominfo Kota Pontianak, Jumiati, menegaskan komitmen Pemkot memperkuat penyelenggaraan statistik sektoral.
Ia menilai kompetensi SDM menjadi kunci agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan penguatan tata kelola data ini, Pontianak diharapkan bisa menjadi rujukan daerah lain dalam penyediaan data sektoral yang kredibel untuk mendukung arah pembangunan nasional maupun daerah.
















