AKSARALOKA.COM, SINGKAWANG – Semangat pelestarian budaya kembali menggema di Kota Singkawang melalui pelaksanaan Workshop Musik Kecapi Delapan Dewa yang sukses digelar di Aula Kantor Wali Kota Singkawang. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama Pekan Kebudayaan Daerah Kota Singkawang sekaligus memperingati Hari Kebudayaan Nasional 2025, 14 Oktober 2025
Workshop tersebut juga menjadi wujud apresiasi atas penetapan Kecapi Delapan Dewa sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2024, yang memperkuat posisi Singkawang sebagai kota yang kaya akan keragaman tradisi dan seni musik etnis Tionghoa di Kalimantan Barat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, S.STP., M.M, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.
“Lestari nada, rawat budaya. Workshop ini menjadi ruang belajar yang sangat berarti untuk mengenal filosofi, teknik permainan, serta nilai estetika kecapi delapan dewa sebagai bagian dari identitas budaya kita di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Menurutnya, musik tradisional tidak hanya menghadirkan keindahan suara, tetapi juga menyimpan nilai historis yang perlu diwariskan.
“Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya belajar memainkan instrumen, tetapi juga memahami makna dan sejarah yang menyertai setiap petikan kecapi. Ini penting agar generasi muda tetap mencintai dan menjaga budaya daerah,” lanjutnya.
Plt Kadisdikbud Kalbar juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam upaya pelestarian seni tradisi.
“Mari kita jaga, lestarikan, dan rawat warisan budaya kita untuk generasi masa depan. Tanpa pelestarian yang konsisten, identitas budaya akan memudar,” tegasnya.
Kegiatan workshop berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari peserta, mulai dari pelajar, seniman, hingga komunitas musik tradisional.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan musik Kecapi Delapan Dewa terus bergema dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat serta Indonesia.















