TAYAN – Raja Tayan, Gusti Yusri, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan atas bantuan anggaran revitalisasi Keraton Tayan.
Ia menyebut bantuan itu sebagai langkah awal yang penting untuk menyelamatkan bangunan bersejarah yang nyaris lapuk dimakan usia.
“Sudah bertahun-tahun istana ini dalam keadaan reot, nyaris roboh, bocor, dan strukturnya terganggu. Tahun ini akhirnya mendapat anggaran revitalisasi. Walaupun belum sepenuhnya memadai, ini awal yang baik,” kata Gusti Yusri, Rabu, 29 Oktober 2025.
Ia menekankan bahwa proses perbaikan tetap menjaga prinsip cagar budaya.
“Saya bangga karena renovasi ini tidak mengubah bentuk aslinya. Material lama dipertahankan, dan tidak ada penambahan bentuk baru,” ujarnya.
Menurut Gusti Yusri, kompleks Keraton Tayan terdiri dari beberapa bagian: bangunan induk, pendopo, dapur, dan masjid.
Bangunan induk pernah direvitalisasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan pada 2017, sementara tahun ini giliran pendopo depan yang diperbaiki.
“Ke depan, saya ingin melanjutkan restorasi Masjid Jami’ Keraton Tayan agar dikembalikan ke bentuk aslinya,” katanya.
Meski material kayu belian tak lagi digunakan, ia berharap semangat pelestarian tetap terjaga.
Raja Tayan menilai perhatian pemerintah terhadap Keraton Tayan sebagai tanda keseriusan melestarikan sejarah dan kebudayaan Kalimantan Barat.
“Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Gusti Yusri.
















