banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Seribu Pemuda Kalbar Satukan Tekad Membangun dalam Bingkai Kebhinekaan

×

Seribu Pemuda Kalbar Satukan Tekad Membangun dalam Bingkai Kebhinekaan

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Ratusan peserta dari berbagai kalangan—pelajar SMA/SMK, mahasiswa, komunitas, hingga unsur pemerintah daerah—memadati Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (6/11/2025).

Mereka mengikuti Dialog Pemuda Lintas Generasi yang digelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalbar.

Mengusung tema “Seribu Pemuda, Satu Tekad Membangun Kalbar dalam Bingkai Kebhinekaan”, kegiatan ini menjadi ajang memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan peran pemuda dalam pembangunan daerah.

Gubernur Kalbar Ria Norsan yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi dialog lintas generasi ini sebagai ruang strategis untuk membentuk pemuda yang berkualitas dan berkarakter.

Ketua FPK Kalbar H. Burhanuddin Ahad menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga harmoni dan kemajuan daerah.

“Pemuda Kalbar adalah kekuatan besar yang akan menentukan masa depan daerah ini. Keberagaman harus menjadi kekuatan, bukan perbedaan yang memecah belah,” ujarnya.

Sejumlah narasumber tampil dalam sesi dialog, di antaranya Kepala Badan Kesbangpol Kalbar Mnto Saidi, Wadir Binmas Polda Kalbar, serta Ketua Komnas Perempuan 2020–2025 Andy Yetriyani. Mereka membahas isu kebangsaan, keamanan sosial, hingga perlindungan kelompok rentan.

Suasana semakin semarak ketika 24 pemuda dari 24 etnis di Kalbar membacakan Ikrar Sumpah Pemuda dengan mengenakan busana adat masing-masing—simbol nyata kebhinekaan di tanah Borneo.

Selain itu, puisi berjudul “Pemuda” karya Burhanuddin Ahad yang dibacakan salah satu pelajar SMA memantik semangat dan tepuk tangan peserta.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Pelajar dan mahasiswa antusias menyoroti isu literasi digital, keberagaman di sekolah, hingga peluang ekonomi kreatif bagi generasi muda.

Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Pemuda Lintas Generasi Kalbar, yang menegaskan tekad bersama untuk menjaga persatuan, menolak provokasi dan disinformasi, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Seribu Pemuda, Satu Tekad, Membangun Kalbar dalam Bingkai Kebhinekaan. Untuk Kalimantan Barat yang harmoni, mandiri, dan berprestasi,” demikian bunyi penutup deklarasi yang diikuti serempak oleh seluruh peserta.