banner 468x60
Pendidikan

Disdikbud Kalbar Gelar Museum Keliling “Panggung Peradaban”

×

Disdikbud Kalbar Gelar Museum Keliling “Panggung Peradaban”

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat melalui Museum Kalimantan Barat menghadirkan kegiatan Museum Keliling “Panggung Peradaban” di Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini berlangsung pada 13–16 November 2025 dan dipusatkan di Mess Pemda Sanggau.

Museum keliling ini menampilkan berbagai jenis koleksi budaya, sejarah, dan artefak penting yang merepresentasikan perjalanan peradaban Kalimantan Barat. Kehadiran museum keliling diharapkan menjadi ruang edukasi publik, terutama bagi pelajar dan masyarakat untuk lebih mengenal sejarah dan kekayaan budaya daerah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, S.STP., M.M, menyampaikan bahwa Museum Keliling merupakan upaya strategis menghadirkan sarana pembelajaran sejarah yang mudah diakses oleh masyarakat lintas wilayah.

“Museum Kalbar hadir di Kabupaten Sanggau melalui kegiatan museum keliling Panggung Peradaban. Kami membawa berbagai koleksi penting untuk dipamerkan, agar masyarakat dapat melihat langsung bukti sejarah dan budaya yang menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga media pembelajaran yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

“Melalui museum keliling, kami ingin menghadirkan ruang belajar sejarah yang hidup dan dekat dengan masyarakat. Dengan memahami sejarah, generasi muda dapat semakin mencintai tanah kelahiran dan menjaga warisan budaya,” tambahnya.

Kegiatan Museum Keliling “Panggung Peradaban” akan diisi dengan pameran koleksi, edukasi publik, bincang budaya, serta kunjungan terarah bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Sanggau.

Disdikbud Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses dan pemerataan layanan kebudayaan di kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, agar museum tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, namun juga pelosok daerah.