banner 468x60
Info Ketapang

Bupati Ketapang Hadiri Pengukuhan Paguyuban Jawa Sungai Melayu Rayak, Tegaskan Pembangunan Tanpa Sekat

×

Bupati Ketapang Hadiri Pengukuhan Paguyuban Jawa Sungai Melayu Rayak, Tegaskan Pembangunan Tanpa Sekat

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si menghadiri acara syukuran pengukuhan Pengurus Paguyuban Jawa Kecamatan Sungai Melayu Rayak masa bakti 2025–2030, Sabtu (29/11/2025).

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam keberagaman di Kabupaten Ketapang.

Kehadiran Bupati disambut meriah dengan alunan gamelan, pertunjukan kuda lumping, reog, serta tarian tradisional Jawa. Penyambutan tersebut menggambarkan kuatnya pelestarian budaya Jawa di tengah masyarakat multikultural di Bumi Kayong.

Dalam sambutannya, Bupati Alexander menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus paguyuban yang baru dikukuhkan. Ia berharap amanah yang diemban dapat menjadi energi positif untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, serta pelestarian budaya.

“Saya ucapkan selamat kepada para pengurus. Semoga kepercayaan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat Kabupaten Ketapang pada Pilkada lalu, di mana dirinya meraih kemenangan di seluruh kecamatan.

“Kemenangan ini adalah amanah besar. Tidak ada anak emas dan tidak ada anak tiri. Saya berkomitmen memimpin secara adil, mengayomi seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun budaya,” tegasnya.

Bupati Alexander menegaskan bahwa fokus pemerintah daerah ke depan adalah pembangunan infrastruktur yang merata. Menurutnya, meski terjadi pengurangan anggaran daerah hampir Rp500 miliar, upaya penanganan ruas jalan kabupaten tetap dilakukan melalui skema gotong royong.

“Untuk ruas jalan provinsi, usulan telah saya sampaikan langsung kepada Gubernur. Sementara untuk jalan nasional, saya telah menghadirkan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR bersama pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI ke Ketapang untuk meninjau langsung kondisi di lapangan, termasuk percepatan penyelesaian Jalan Kelik–Nanga Tayap yang tersisa 13 kilometer,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi peran organisasi kemasyarakatan, seperti Ormas PETIR, yang telah berkontribusi dalam perbaikan ruas Jalan Pelang–Kepuluk.

“Kepedulian ini menunjukkan bahwa membangun Ketapang bukan hanya tugas pemerintah, tetapi panggilan bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat—pengusaha, ormas, komunitas, dan organisasi profesi—untuk terus berkontribusi,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Bupati Alexander menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang adalah rumah besar bersama yang harus dibangun dan dirawat secara kolektif.

“Ketapang adalah rumah kita bersama. Kita menghirup udara yang sama, berpijak di tanah yang sama, dan mencari kehidupan di tempat yang sama. Jika ini rumah kita, maka sudah seharusnya kita membangunnya bersama, merawatnya bersama, dan menjaganya bersama,” pungkasnya.

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPD Paguyuban Jawa yang juga Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Danlanal Ketapang, Asisten II Setda Ketapang, Kepala Dinas PUTR, Camat Sungai Melayu Rayak, Danramil, Kapolsek, serta para kepala desa se-Kecamatan Sungai Melayu Rayak.