banner 468x60
Museum Kalbar

Corak Insang” Warisan Sungai Kapuas yang terus Dihidupkan di Kalbar

×

Corak Insang” Warisan Sungai Kapuas yang terus Dihidupkan di Kalbar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Corak Insang, motif khas Melayu Kalimantan Barat, terus didorong untuk menjadi simbol kebanggaan daerah. Plt. Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Almunthahar, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan motif tradisional tersebut agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.

Menurut Ryan, kekuatan budaya terletak pada kemampuannya untuk terus hidup, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Museum hadir bukan hanya sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi sebagai ruang edukasi yang menghidupkan nilai budaya seperti Corak Insang agar tetap dikenal dan digunakan,” jelasnya, Senin (8/12/2025).

Corak Insang lahir dari kearifan lokal masyarakat Melayu yang hidup di tepian Sungai Kapuas. Pola garis yang berulang pada motif ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga sarat makna.

“Corak insang lahir dari kearifan masyarakat Melayu di tepian Sungai Kapuas. Pola garis yang berulang tidak hanya menjadi estetika, tetapi melambangkan ketekunan, keteraturan, serta kesinambungan hidup,” katanya.

Motif ini menjadi bukti hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya. Seiring waktu, Corak Insang berkembang dari simbol status sosial bangsawan menjadi identitas budaya kolektif masyarakat Kalimantan Barat yang terbuka untuk semua kalangan.