banner 468x60
Museum Kalbar

Museum Kalbar Terus Hadirkan Inovasi Edukasi Budaya dan Sejarah

×

Museum Kalbar Terus Hadirkan Inovasi Edukasi Budaya dan Sejarah

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Museum Provinsi Kalimantan Barat terus menghadirkan inovasi dalam kegiatan edukasi budaya dan sejarah, dengan menekankan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Plt. Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Almunthahar, menjelaskan bahwa peran museum kini tidak sebatas tempat penyimpanan artefak bersejarah, melainkan menjadi ruang belajar yang inspiratif, kreatif, dan mampu menumbuhkan minat masyarakat terhadap warisan budaya daerah.

“Kami ingin anak-anak dan remaja melihat museum bukan sebagai tempat kaku, tetapi sebagai ruang belajar yang hidup. Melalui pameran interaktif, mereka bisa memahami sejarah dan budaya Kalbar dengan cara yang lebih menarik, bukan sekadar membaca atau melihat benda-benda koleksi,” ujar Ryan, Kamis (11/12/2025).

Menurut Ryan, museum berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.

Salah satu strategi yang dijalankan adalah program Museum Keliling, yang membawa koleksi museum ke kabupaten-kabupaten di Kalimantan Barat.

Program ini memungkinkan pelajar, guru, dan masyarakat umum untuk langsung berinteraksi dengan artefak budaya tanpa harus datang ke ibu kota provinsi.

Tak kalah penting, museum juga mengadakan pameran edukatif dengan tema yang berbeda setiap tahunnya, mulai dari sejarah Kerajaan Melayu di Kalimantan Barat, motif khas seperti Corak Insang, hingga koleksi benda-benda tradisional masyarakat Dayak dan Melayu.

Pameran ini dirancang agar interaktif, sehingga pengunjung dapat belajar sambil menikmati pengalaman yang menyenangkan.

Ryan menegaskan bahwa strategi inovatif ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah.

Menurutnya, semakin anak-anak dan remaja akrab dengan budaya lokal sejak dini, semakin besar kemungkinan mereka menjadi pelestari budaya di masa depan.

“Kami berharap dengan berbagai program ini, minat generasi muda terhadap sejarah dan budaya Kalbar semakin meningkat. Museum bukan hanya tempat melihat masa lalu, tetapi juga menjadi ruang inspirasi bagi kreativitas dan inovasi,” pungkas Ryan.

Dengan pendekatan ini, Museum Provinsi Kalimantan Barat semakin menegaskan posisinya sebagai pusat edukasi budaya yang relevan, dekat dengan masyarakat, dan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian budaya daerah di era modern.