banner 468x60
Museum Kalbar

Belajar Bersama Museum Jadi Wadah Interaksi Masyarakat dan Budaya

×

Belajar Bersama Museum Jadi Wadah Interaksi Masyarakat dan Budaya

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Museum Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen melestarikan kebudayaan daerah melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Belajar Bersama Museum, yang mengajak peserta untuk berinteraksi langsung dengan budaya khas Kalimantan Barat, yakni Tenun Sambas.

Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada sejarah dan filosofi Tenun Sambas, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan secara langsung proses menenun bersama narasumber yang merupakan pelaku dan pengrajin tenun tradisional. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman sekaligus kecintaan terhadap warisan budaya lokal.

Plt. Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Almunthahar, mengatakan bahwa kegiatan Belajar Bersama Museum dirancang sebagai ruang edukasi yang hidup, di mana museum tidak hanya menjadi tempat melihat koleksi, tetapi juga tempat mengalami budaya secara langsung.

“Museum mengajak peserta untuk tidak hanya mengenal budaya secara teori, tetapi berinteraksi langsung dengan warisan budaya itu sendiri. Melalui kegiatan menenun Tenun Sambas ini, peserta bisa merasakan proses, nilai, dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” ujar Ryan, Rabu (16/12/2025).

Tenun Sambas merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Kalimantan Barat yang memiliki nilai sejarah dan makna simbolik dalam setiap motifnya. Ryan menegaskan bahwa pelestarian tenun tradisional seperti Tenun Sambas sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin generasi muda memahami bahwa tenun bukan sekadar kain, tetapi hasil dari kearifan lokal, ketekunan, dan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun,” tambahnya.

Kegiatan Belajar Bersama Museum ini juga menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengenal lebih dekat budaya daerah. Dengan praktik langsung, peserta dapat memahami proses menenun yang membutuhkan kesabaran, keterampilan, dan ketelitian tinggi.

Ryan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, sekaligus menjadi upaya konkret dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

“Kami berharap museum dapat menjadi ruang belajar bersama yang inklusif, tempat masyarakat dari berbagai latar belakang bisa belajar, berbagi, dan turut berperan dalam melestarikan kebudayaan Kalimantan Barat,” tutup Ryan.

Melalui kegiatan Belajar Bersama Museum, Museum Provinsi Kalimantan Barat menegaskan perannya sebagai pusat edukasi budaya yang aktif dan partisipatif, serta sebagai jembatan antara generasi masa kini dengan warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan lestari.