banner 468x60
Museum Kalbar

Kolaborasi Seniman Lokal Akan Perkuat Pelestarian dan Pengembangan Budaya

×

Kolaborasi Seniman Lokal Akan Perkuat Pelestarian dan Pengembangan Budaya

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat terus mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat peran museum sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya daerah.

Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah kolaborasi dengan seniman lokal, yang akan menjadi bagian dari program kerja Museum Kalbar pada tahun 2026.

Plt. Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Almunthahar, mengatakan bahwa kerja sama dengan seniman daerah bertujuan untuk menghadirkan perspektif kreatif dalam menampilkan warisan budaya Kalimantan Barat.

Melalui kolaborasi ini, museum tidak hanya menampilkan koleksi secara konvensional, tetapi juga mengemasnya dengan pendekatan artistik yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami melihat seniman lokal memiliki peran penting dalam menghidupkan narasi budaya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan cara baru dalam menampilkan warisan budaya Kalbar, sehingga lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Ryan, Rabu (17/12/2025).

Ryan menjelaskan bahwa keterlibatan seniman lokal juga menjadi bentuk pemberdayaan sumber daya kreatif daerah. Museum membuka ruang partisipasi bagi seniman untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya, baik melalui pameran tematik, instalasi seni, pertunjukan budaya, maupun program edukatif lainnya.

“Museum bukan hanya ruang penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang kreatif. Dengan melibatkan seniman daerah, kami ingin museum menjadi tempat bertemunya sejarah, budaya, dan kreativitas,” tambahnya.

Ryan menambahkan bahwa saat ini Museum Kalbar masih dalam tahap perencanaan dan penyusunan konsep program.

Melalui rencana kolaborasi dengan seniman lokal ini, UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pelestarian budaya. Museum diharapkan tidak hanya menjadi penjaga warisan masa lalu, tetapi juga ruang dinamis yang mampu mengembangkan budaya Kalimantan Barat secara berkelanjutan dan inklusif. Masyarakat Kalbar dengan Tenun Sambas.