banner 468x60
Museum Kalbar

Corak Insang Simbol Sejarah Masyarakat Melayu Kalbar

×

Corak Insang Simbol Sejarah Masyarakat Melayu Kalbar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Plt. Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Almunthahar, menegaskan pentingnya pelestarian Corak Insang, motif khas Melayu Kalimantan Barat yang sarat filosofi dan nilai budaya. Menurut Ryan, motif ini bukan sekadar ornamen pada kain, tetapi simbol sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat Melayu yang tinggal di tepian Sungai Kapuas.

“Corak Insang bukan hanya motif kain, tetapi bagian dari identitas budaya kita. Melalui museum, kami ingin generasi muda mengenal sejarah dan filosofi di balik motif ini,” ujar Ryan, Jumat (19/12/2025).

Corak Insang sendiri terinspirasi dari bentuk insang ikan, yang melambangkan napas kehidupan, sumber kehidupan, dan keberlangsungan hidup masyarakat sungai. Dahulu, motif ini digunakan oleh kalangan bangsawan Melayu, namun kini telah menjadi identitas budaya yang dapat dinikmati seluruh masyarakat, dari berbagai lapisan generasi.

Ryan menjelaskan, pelestarian motif tradisional seperti Corak Insang penting agar generasi muda tetap terhubung dengan nilai sejarah dan filosofi budaya lokal. Museum Provinsi Kalimantan Barat menggelar berbagai kegiatan edukatif, mulai dari pameran khusus, workshop pembuatan motif, hingga program edukasi yang menargetkan pelajar dan mahasiswa.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat keindahan visual Corak Insang, tetapi juga memahami nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Setiap garis dan pola memiliki makna, dari ketekunan, keteraturan, hingga kesinambungan hidup,” jelas Ryan.

Ia mengatakan selain sebagai warisan budaya, Corak Insang juga dapat menjadi ikon yang memperkuat identitas Kalimantan Barat. Untuk itu ia berharap motif ini semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional.

Dengan demikian Museum Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan mempopulerkan budaya lokal.

Ryan menekankan bahwa pelestarian budaya bukan hanya soal menjaga masa lalu, tetapi juga memastikan nilai-nilai tradisi tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini.

“Budaya hidup ketika masyarakat ikut serta dalam pelestariannya. Museum hadir sebagai jembatan antara generasi sekarang dengan warisan leluhur, agar nilai sejarah dan filosofi Corak Insang terus dikenal dan diapresiasi,” tutup Ryan.

Melalui upaya ini, Corak Insang tidak hanya menjadi simbol keindahan visual, tetapi juga representasi jati diri dan filosofi hidup masyarakat Melayu Kalimantan Barat, sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya mereka.