banner 468x60
Info Ketapang

KONI Ketapang Rilis Refleksi Akhir Tahun, Tegaskan Transparansi Hibah dan Capaian Prestasi Atlet

×

KONI Ketapang Rilis Refleksi Akhir Tahun, Tegaskan Transparansi Hibah dan Capaian Prestasi Atlet

Sebarkan artikel ini
Screenshot

KETAPANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ketapang merilis refleksi akhir tahun 2025 dengan memaparkan program kerja, penggunaan anggaran hibah, serta capaian prestasi cabang olahraga (cabor) di bawah naungannya, Rabu (31/12/2025).

Ketua Umum KONI Ketapang, Theo Bernadhi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberi perhatian dan ikut mengawal penggunaan anggaran hibah daerah untuk KONI Ketapang.

“Ini bentuk kepedulian. Saya bersama seluruh pengurus KONI Ketapang mengucapkan terima kasih karena pengawasan ini menjadi pengingat agar kami menjalankan amanah sesuai aturan,” ujar Theo.

Ia menegaskan, anggaran hibah yang diterima KONI Ketapang telah melalui mekanisme yang sah, mulai dari pengajuan proposal melalui aplikasi e-hibah pada tahun sebelumnya, proses pembahasan dan penganggaran, hingga penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Theo menjelaskan, pemberian hibah kepada KONI merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, khususnya Pasal 75 ayat (2), yang mewajibkan pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan anggaran keolahragaan melalui APBN dan APBD.

“Ini bukan kebijakan sepihak, tetapi kewajiban pemerintah yang diterapkan di seluruh KONI se-Indonesia sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya.

Fokus Pembinaan dan Prestasi

Dari total anggaran sebesar Rp1,7 miliar, sekitar 73 persen dialokasikan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga. Dana tersebut antara lain disalurkan dalam bentuk bantuan pembinaan kepada 46 cabang olahraga di bawah naungan KONI Ketapang.

Selain itu, KONI Ketapang juga memfasilitasi peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan wasit dan juri yang terealisasi pada empat cabang olahraga, dengan total 30 orang mengikuti pelatihan di Ketapang, Jakarta, hingga Semarang. Sebagian di antaranya mengikuti pelatihan wasit level nasional.

Bantuan lain mencakup dukungan keikutsertaan kejuaraan bagi 10 cabor, serta bantuan pra-Porprov, kejuaraan daerah, dan penyelenggaraan event olahraga yang terealisasi pada 14 cabor.

“Seluruh bantuan disalurkan berdasarkan proposal resmi cabor dan dilengkapi dengan kuitansi, berita acara serah terima, serta dokumentasi. Pertanggungjawaban akan diserahkan kepada Pemda Ketapang melalui Dispora,” jelas Theo.

Deretan Prestasi Atlet 2025

Sepanjang 2025, atlet Ketapang menorehkan sejumlah prestasi di tingkat daerah dan regional. Di antaranya, PSTI Ketapang meraih dua medali emas kategori beregu dan double event pada Kejuaraan Sepak Takraw se-Kalimantan Barat.

Cabor PASI Ketapang mencatatkan dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu pada Kejurda PASI Kalbar. ABTI Ketapang meraih satu medali perak kategori putri pada Kejurda Bola Tangan.

Cabor Tenis Lapangan meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu pada Kejuaraan Wali Kota Singkawang, serta empat emas dan lima perunggu pada Kejurda Junior. Perpani Ketapang membukukan enam emas, empat perak, dan satu perunggu pada Kejurda Panahan.

Prestasi juga diraih GABSI Ketapang dengan juara dua Piala Rektor, juara satu Liga Pasangan, dan juara dua Hari Bridge Nasional. KODRAT Ketapang meraih satu perunggu pada Kejurda Bupati Cup Kubu Raya, sementara ISSI Ketapang meraih satu emas dan juara harapan dua kelas SD BMX. PBSI Ketapang menyumbang dua perunggu dan juara empat ganda putra pada Kejurprov Bulutangkis Kalbar.

Operasional dan Komitmen Tata Kelola

Sebanyak 27 persen anggaran hibah dialokasikan untuk operasional sekretariat KONI, meliputi pembayaran listrik, air, internet, ATK, pemeliharaan fasilitas, konsumsi rapat, serta honor tenaga administrasi, kebersihan, dan keamanan.

Theo menegaskan, seluruh pengurus KONI tidak menerima gaji karena hal tersebut tidak diperbolehkan dalam aturan.

“Menjadi pengurus KONI tidak berhak menerima gaji. Ini perlu diketahui publik,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, KONI Ketapang mengembalikan Rp143 juta sisa anggaran ke kas daerah karena tidak terserap, termasuk dari pos bantuan pembinaan cabor yang tidak memenuhi syarat administrasi.

“Lebih baik dikembalikan daripada digunakan namun tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ke depan, KONI Ketapang tengah merampungkan website resmi sebagai sarana publikasi program dan prestasi atlet.

“Terima kasih kepada seluruh cabor dan pihak yang terus mengingatkan kami untuk tetap berpegang pada aturan,” tutup Theo.