banner 468x60
Disdikbud

Pendidikan jadi Motor Utama Kenaikan IPM Kalbar

×

Pendidikan jadi Motor Utama Kenaikan IPM Kalbar

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Awal tahun 2026 menjadi momentum optimisme bagi pembangunan manusia di Kalimantan Barat, 8 Januari 2026.

Data terbaru menunjukkan percepatan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang salah satunya ditopang oleh kemajuan sektor pendidikan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan, sektor pendidikan terus diperkuat melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari peningkatan akses hingga pemerataan layanan pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyampaikan kabar baik dari sektor pendidikan yang menjadi salah satu indikator utama dalam perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), selain kesehatan dan standar hidup layak.

Menurutnya, peningkatan IPM tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen di Kalbar dalam memperkuat kualitas pendidikan masyarakat.

“Alhamdulillah, hasil rilis IPM Nasional oleh BPS pada 5 November 2025 menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Barat mencatat percepatan peningkatan IPM tertinggi ketiga secara nasional. Ini merupakan buah kerja keras kita semua—baik pemprov, forkopimda, dunia pendidikan, maupun organisasi profesi,” ujarnya di Pontianak.

Ia memaparkan bahwa angka Harapan Lama Sekolah (HLS) mengalami kenaikan dari 12,68 tahun menjadi 12,69 tahun. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) melonjak dari 7,71 tahun menjadi 8,19 tahun.

“Meski sebagian besar masyarakat kita masih berada di jenjang pendidikan menengah pertama, namun peningkatan ini menunjukkan langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sekolah,” katanya.

IPM Kalbar pada 2024 berada di angka 71,19 poin dan kini menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang semakin solid. Pemerintah daerah menilai capaian ini menjadi fondasi penting untuk melanjutkan program pemerataan pendidikan di wilayah terpencil dan perbatasan.

“Ke depan, kita akan terus mendorong pemerataan pendidikan, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan, agar seluruh anak Kalbar memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak,” pungkasnya.