banner 468x60
Aksara Landak

Pemkab Landak Aktifkan Posko Siaga Bencana untuk Tangani Bencana Banjir

×

Pemkab Landak Aktifkan Posko Siaga Bencana untuk Tangani Bencana Banjir

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak mulai mengaktifkan Posko Siaga Bencana yang berlokasi di Gor Indoor Bunjakng Nyangko, Ngabang, pada Minggu (11/1/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir besar menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko Hadi, menyatakan bahwa pengaktifan posko ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Landak, Karolin Margret Natasa untuk memantau situasi bencana secara real-time.

“Jadi berdasarkan pengalaman juga, Beliau (Bupati Landak) menyatakan kita harus siap. Karena dengan kondisi cuaca saat ini tentunya bisa saja sewaktu-waktu terjadi banjir besar seperti tahun lalu,” ucapnya.

Berdasarkan laporan dari lapangan, menurutnya banjir yang terjadi di benerapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Air Besar, Bayuke Hulu dan Menyuke, yang merupakan wilayah hulu Kecamatan Ngabang sudah berangsur surut.

“Jadi kita mengantisipasi sekarang. Biasanya akumulasi air ada di Kecamatan Ngabang ini,” tuturnya.

Kepala BPBD, Stefanus Suseno, memantau kondisi banjir di permukiman warga di Kecamatan Ngabang. Minggu, (11/01/2026).

Suseno menjelaskan bahwa posko ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi dan informasi (Media Center), yang juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Baik TNI-Polri, PMI, Pramuka, Ormas dan lain-lain yang bisa ikut dalam penanganan bencana alam.

Termasuk OPD teknis, yang bisa mendukung segala upaya yang diperlukan untuk mempersiapkan jika terjadi bencana alam yang lebih besar.

“Kita juga akan melakukan rapat koordinasi salah satunya mempersiapkan kemungkinan terjadinya evakuasi warga. Jadi posko ini nantinya akan kita jadikan tempat untuk mengevakuasi pengungsi, jika itu dilakukan. Kemudian di bawah ini sebagai media center, semua informasi akan kita keluarkan dari tempat ini,” jelasnya.

Posko ini juga dipersiapkan sebagai pusat penyaluran dan penggalangan bantuan dari masyarakat, agar penanganan bisa berjalan efektif dan efisien.

“Berdasarkan data hari ini, beberapa kecamatan seperti Serimbu, Karangan, Menjalin, dan Darit sudah mulai surut. Namun, kami mewaspadai akumulasi pergerakan air yang biasanya menuju ke arah Kota Ngabang,” ujar Stefanus.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan stok logistik dasar untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak. Diantaranya bantuan stok beras telah disiapkan melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian, termasuk cadangan pangan dari Dinas Sosial yang siap digerakkan sewaktu-waktu.

Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan setiap satu hingga dua jam sekali untuk memperbarui data lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas jika situasi air kembali meningkat.