banner 468x60
Disdikbud

Dampak Banjir, Disdikbud Kalbar Ambil Langkah Sistem Belajar Darurat

×

Dampak Banjir, Disdikbud Kalbar Ambil Langkah Sistem Belajar Darurat

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat mengambil langkah cepat menyikapi banjir yang berdampak pada dua SMA di Sekadau dan Sanggau, 10 Januari 2026.

Kebijakan darurat diterapkan untuk menjaga keselamatan siswa sekaligus memastikan proses belajar tetap berjalan.

Plt Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan pihaknya telah menerima laporan gangguan akses di SMAN 2 Nanga Taman sejak 7 Januari 2026.

“Sekolahnya memang belum tergenang banjir, tetapi pelajar, dan guru tidak bisa menuju sekolah karena jembatan itu satu-satunya akses,” ujarnya, Senin (12/1).

Kondisi tersebut membuat pembelajaran tatap muka tidak dapat dilaksanakan. Guru dan siswa diminta belajar mandiri dari rumah, meski pelaksanaannya menghadapi kendala besar.

Internet juga tidak tersedia di sana, sehingga pembelajaran tidak bisa dilakukan secara daring. Guru-guru memberikan materi penugasan secara lisan kepada masing-masing pelajar,” kata Faisal.

Selain mengatur pola belajar, Disdikbud Kalbar juga mengimbau sekolah lain yang berpotensi terdampak untuk segera melakukan pendataan dan pengamanan aset.

“Kami arahkan agar aset-aset sekolah yang kemungkinan terdampak segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman, supaya saat pembelajaran kembali normal, fasilitas bisa langsung digunakan,” ujar Faisal.

Di SMAN 2 Sekayam, banjir bahkan merendam sebagian besar bangunan sekolah. Meski demikian, ketersediaan listrik dan internet memungkinkan pembelajaran daring tetap berjalan.

“Untuk Sekayam, kondisi banjir sudah sampai ke sekolah. Namun karena akses listrik, dan internet masih tersedia, pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring,” jelasnya.

Disdikbud Kalbar juga meminta guru memberikan edukasi kepada siswa agar tidak bermain di area banjir demi menjaga kesehatan dan keselamatan.