banner 468x60
Pendidikan

Presiden Resmikan SRT Serentak, Proses Belajar di SRT 53 Pontianak Berjalan Adaptif

×

Presiden Resmikan SRT Serentak, Proses Belajar di SRT 53 Pontianak Berjalan Adaptif

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Peresmian Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) secara serentak di seluruh Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial.

Di Kalimantan Barat, Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 53 Pontianak telah beroperasi selama tiga bulan sejak dibangun.

Proses belajar mengajar di sekolah tersebut kini mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Wakil Kepala Kesiswaan SRT 53 Pontianak, Lalang Atletika, mengatakan para siswa sudah mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan terpadu yang diterapkan di sekolah rakyat.

“Alhamdulillah, setelah berjalan tiga bulan, anak-anak sudah bisa beradaptasi. Kegiatan dimulai dari bangun pagi, salat Subuh, bersih-bersih diri, makan, hingga sarapan pagi dan makan siang terpimpin,” ujar Lalang, Senin (12/1/2025).

Ia menjelaskan, kurikulum yang digunakan mengacu pada kurikulum nasional di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Proses pembelajaran berjalan sebagaimana sekolah formal pada umumnya, namun dengan pendampingan yang lebih intensif.

Saat ini, SRT 53 Pontianak menampung 79 siswa, terdiri dari 21 siswa SD, 20 siswa SMP, dan 38 siswa SMA.

Kegiatan belajar mengajar didukung oleh 19 guru sesuai bidang studi masing-masing.

Lalang mengungkapkan, kemampuan akademik siswa cukup beragam. Sebagian siswa belum lancar membaca, menulis, dan berhitung, sementara yang lain sudah menunjukkan kemampuan akademik yang baik.

“Untuk anak-anak yang belum bisa membaca, menulis, dan berhitung, kami berikan jam tambahan dengan pendampingan guru. Sedangkan yang sudah mahir, kami dorong untuk mengembangkan keterampilan akademik lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terpadu terletak pada karakter siswa yang sangat beragam.

Kondisi tersebut menuntut kesabaran serta keterampilan ekstra dari para guru, wali asuh, dan pengelola asrama.

“Kerja sama yang baik antar guru membuat proses pendidikan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan Bapak Presiden,” tegas Lalang.

Ia berharap, dengan peresmian SRT secara nasional, semangat para tenaga pendidik semakin meningkat dan sekolah rakyat dapat berkembang menjadi wadah bagi anak-anak untuk meraih cita-cita serta membanggakan keluarga.

“Dari sekolah rakyat ini, kita berharap lahir generasi yang kelak menjadi polisi, TNI, guru, bahkan dokter. Motivasi inilah yang membuat kami para guru terus bersemangat mengantarkan anak-anak menggapai masa depan mereka,” pungkasnya.