banner 468x60
Disdikbud

Semangat Belajar di Tengah Banjir, Siswa SMA di Kalbar Patungan Sewa Rakit

×

Semangat Belajar di Tengah Banjir, Siswa SMA di Kalbar Patungan Sewa Rakit

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Banjir yang melanda wilayah Sekadau dan Sanggau tidak hanya menguji infrastruktur, tetapi juga ketahanan semangat belajar siswa dan guru, 12 Januari 2026.

Di SMAN 2 Nanga Taman, akses menuju sekolah sempat terputus akibat jembatan yang rusak.

Plt Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengungkapkan kondisi tersebut membuat aktivitas sekolah terhenti sementara.

“Sekolahnya memang belum tergenang banjir, tetapi pelajar, dan guru tidak bisa menuju sekolah karena jembatan itu satu-satunya akses,” ujarnya.

Dalam situasi sulit tersebut, pembelajaran mandiri dari rumah diberlakukan. Namun keterbatasan jaringan internet membuat pembelajaran daring tidak dapat diterapkan.

Internet juga tidak tersedia di sana, sehingga pembelajaran tidak bisa dilakukan secara daring. Guru-guru memberikan materi penugasan secara lisan kepada masing-masing pelajar,” kata Faisal.

Perkembangan terbaru menunjukkan akses menuju sekolah di Nanga Taman mulai bisa dilalui meski dengan keterbatasan.

“Karena jembatan rakit untuk menyeberang harus disewa, dan membutuhkan biaya, beberapa siswa dan guru patungan untuk menyewa (agar bisa ke sekolah),” katanya.

Sementara itu di SMAN 2 Sekayam, banjir sempat merendam sekitar 70 persen gedung sekolah. Meski kondisi fisik sekolah terdampak, kegiatan belajar tetap berjalan secara daring.

“Untuk Sekayam, kondisi banjir sudah sampai ke sekolah. Namun karena akses listrik, dan internet masih tersedia, pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring,” jelasnya.

Hingga Minggu (11/1), kondisi banjir di Sekayam mulai surut, namun aktivitas belajar tatap muka belum kembali normal. Disdikbud Kalbar terus memantau situasi serta meminta orang tua turut mengawasi anak-anak selama masa pembelajaran dari rumah berlangsung.