banner 468x60
Pendidikan

Yohana, Siswi Sekolah Rakyat Asal Sekadau: Keterbatasan Ekonomi Jadi Motivasi Raih Cita-Cita

×

Yohana, Siswi Sekolah Rakyat Asal Sekadau: Keterbatasan Ekonomi Jadi Motivasi Raih Cita-Cita

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kehadiran Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 53 Pontianak menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali mengenyam pendidikan. Salah satunya adalah Yohana Heni, siswi kelas X asal Kabupaten Sekadau.

Sejak tinggal di asrama dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di SRT 53 Pontianak, Yohana mengaku merasa diterima dengan sangat baik.

Ia menilai suasana sekolah nyaman dan sistem pembelajaran tidak jauh berbeda dengan sekolah formal lainnya.

“Di sini baik-baik saja, nyaman. Porsi belajarnya sama seperti sekolah lain, cuma memang belum pakai laptop,” ujar Yohana, Senin (12/1/2025).

Sebelum bergabung dengan SRT, Yohana sempat mengenyam pendidikan hingga kelas IX dan bahkan pernah masuk kelas X. Namun keterbatasan ekonomi keluarga memaksanya harus berhenti sekolah.

“Putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Kendaraan tidak punya, tidak ada antar-jemput dan tidak bisa bawa kendaraan sendiri,” ungkapnya.

Kesempatan untuk kembali bersekolah di SRT 53 Pontianak menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Yohana.

Selain dapat melanjutkan pendidikan, ia juga memperoleh pengalaman baru dengan bertemu teman-teman dari berbagai kabupaten di Kalimantan Barat.

“Senang bisa sekolah lagi, bisa kenal kawan-kawan baru dari kabupaten lain di Kalbar,” katanya.

Yohana menyebut mata pelajaran favoritnya adalah Kimia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan olahraga.

Ia pun menyimpan cita-cita mulia untuk menjadi seorang perawat. Kondisi ekonomi keluarga justru menjadi motivasi kuat baginya untuk terus berjuang.

“Bapak kerja tukang, mamak petani. Keuangan di rumah memang kurang mampu,” ujarnya.

Sebagai anak kedua dari empat bersaudara, Yohana menyadari tanggung jawab yang diembannya.

Sang kakak tidak bersekolah, sementara dua adiknya masih duduk di bangku SD kelas VI dan PAUD.

Meski harus tinggal jauh dari orang tua, Yohana mengaku rasa rindu tidak menyurutkan tekadnya untuk mengejar masa depan.

“Rindu dengan orang tua pasti, jauh. Tapi demi cita-cita tidak apa-apa,” pungkasnya.

Keberadaan SRT 53 Pontianak diharapkan terus menjadi ruang aman sekaligus kesempatan kedua bagi anak-anak yang sempat terputus pendidikannya untuk kembali bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.