LANDAK – BPBD Kabupaten Landak tetap menyiagakan posko dan peralatan pada posko siaga bencana di Gor Indoor Bujakng Nyangko, Kecamatan Ngabang, meskipun saat ini kondisi banjir sudah surut.
Dari pantauan pada permukiman warga di pinggiran aliran Sungai Landak di Kecamatan Ngabang, wilayah yang sehari sebelumnya terendam lebih dari 1 meter sudah surut total.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko Hadi, menyampaikan bahwa kondisi Sungai Landak saat ini sudah berangsur surut dan belum ada laporan banjir lanjutan dari kecamatan lain.
“Sampai pukul 08.00 tadi pagi kami cek ke lapangan, saat ini Sungai Landak sudah surut. Jadi kalau kita lihat di kecamatan-kecamatan itu belum ada laporan, jadi akumulasi yang di Ngabang ini saya pikir sudah tidak ada lagi jika tidak ada penambahan intensitas hujan di hulu,” ujar Stefanus. Selasa (13/01/2026).

Terkait pantauan cuaca, Stefanus menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di wilayah Kabupaten Landak hanya diprediksi akan terjadi hujan ringan pada 13 dan 14 Januari.
“Jadi sementara kita terus memantau, walaupun tidak ada potensi hujan kita tetap memantau siapa tahu ada perubahan yang kita tidak perkirakan,” katanya.
Meski kondisi relatif aman, dengan status siaga darurat penanganan bencana alam yang telah ditetapkan selama 14 hari mulai 9 sampai 23 Januari mendatang maka pihaknya tidak mengendorkan pengawasan dan kewaspadaan, mengantisipasi potensi cuaca buruk yang dapat mengakibatkan bencana alam.
“Sesuai dengan arahan Ibu Bupati, kita akan melakukan siaga bencana ini 14 hari ke depan sampai tanggal 23 Januari. Jadi kita akan tetap memantau perkembangan berikutnya karena situasi ini bisa saja berubah sewaktu-waktu dan jika memang nanti ternyata kondisinya berubah, akan dilakukan evaluasi apakah diperpanjang atau dicabut,” jelas Stefanus.

Terkait dampak banjir sebelumnya, Stefanus mengakui adanya laporan kerusakan fasilitas umum di beberapa wilayah, salah satunya kerusakan fasilitas air bersih.
“Kemudian ada beberapa laporan yang masih kami kaji dan kami sudah berkoordinasi dengan OPD teknis terkait seperti teman-teman dari PU. Kita akan rencanakan untuk melakukan cross-check ke lapangan, juga akan kita coba perhitungkan seberapa besar kerusakannya dan kita lihat upaya apa yang bisa dilakukan Pemerintah Daerah ke depan,” jelasnya.
Dari data hingga Selasa, 13 Januari 2026 pagi, total 2.805 kepala keluarga dari 28 desa yang tersebar pada 8 kecamatan yang terdampak banjir sebelumnya.
Stefanus Suseno turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan aktif melaporkan jika terjadi kondisi darurat.
“Himbauan kepada warga tetap waspada, memperhatikan perkembangan lingkungan situasi cuaca dan sebagainya. Dan jika ada suatu hal yang berkaitan dengan hal-hal yang memerlukan dukungan dari Pemerintah Daerah, di posko ini kami siap menerima laporan dan kami akan melakukan tindakan secepatnya,” pungkasnya.

















