LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak melaksanakan Apel peringatan Hari Desa 2026 di Kantor Desa Hilir Tengah (sebelum SMA N 1 Ngabang), Kecamatan Ngabang. Senin, 19 Januari 2026, pagi.
Selain melaksanakan apel, peringatan Hari Desa 2026 yang turut diikuti Sekda Landak, para Kepala OPD, Camat Ngabang, termasuk perwakilan kepala desa tersebut juga dirangkai dengan beberapa kegiatan diantaranya simbolis penyeraran bantuan pascabanjir, penanaman dan pembangian bibit pohon termasuk peresmian Kantor Desa Hilir Tengah yang baru.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa yang memimpin langsung apel tersebut menyampaikan berbagai arahannya termasuk bagaimana peringatan ini sebagai momentum untuk menegaskan kembali komitmen memajukan desa, memperkuat otonomi daerah di tingkat desa dan mengapresiasi peran vital masyarakat desa dalam pembangunan nasional.
“Ya, selamat Hari Desa untuk seluruh desa di Kabupaten Landak. Kami berharap dengan peringatan Hari Desa ini, para Kades (Kepala Desa) dan seluruh masyarakat di desa dikuatkan dan juga kembali mengumpulkan semangat bersama untuk membangun desa,” ujar Bupati Karolin saat diwawancara.
Dengan kondisi efisiensi oleh pemerintah pusat yang juga berdampak pada keuangan desa, Bupati Karolin mendorong seluruh perangkat desa untuk tidak patah semangat.
Namun dia justru meminta dengan kondisi tersebut desa bisa leboh kreatif dan berinovasi dalam membangun desa.
“Saya kira dengan adanya efisiensi tidak menjadi pematah semangatlah. Mudah-mudahan dengan efisiensi ini justru kita menjadi lebih kreatif, menjadi lebih inovatif, dan lebih cermat lagi dalam memilih mana yang menjadi prioritas, mana yang harus segera kita tangani, dan harus segera kita laksanakan,” imbuhnya.
Dia menyampaikan terdapat 8 fokus utama pembangunan desa di tahun 2026 ini melalui dana desa yakni:
1. Penanganan kemiskinan ekstrem.
2. Penguatan desa berketahanan iklim dan tangguh bencana.
3. Peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan skala desa.
4. Program ketahanan pangan atau lumbung pangan, energi, dan lembaga ekonomi desa lainnya.
5. Dukungan implementasi koperasi desa merah putih.
6. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur desa melalui program padat karya tunai desa.
7. Pembangunan infrastruktur digital dan teknologi di desa.
8. Program sektor prioritas lainnya di desa termasuk pengembangan potensi dan keunggulan desa.
“Nah, saya kira hal ini sama di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, dengan peringatan Hari Desa ini kami juga kembali mengingatkan delapan prioritas. Mana yang paling prioritas? Menurut saya, desa harus lebih diberikan kesempatan untuk memilih di antara delapan ini mana yang paling prioritas. Setiap desa memiliki situasi yang berbeda dan memiliki kondisi yang berbeda satu sama lain,” tuturnya.
Untuk itu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada para kepala desa agar menentukan mana saja prioritas yang paling penting bagi wilayahnya.
“Dan dari delapan itu, sedapat mungkin semua kita laksanakan, tentu saja dengan tingkatan prioritas yang berbeda-beda,” ucapnya.

















