banner 468x60
Hukum dan Kriminal

Rentetan Kebakaran Landa Kota Pontianak: Kios, Ruko, Kendaraan, hingga Rumah Warga Hangus Dilalap Api

×

Rentetan Kebakaran Landa Kota Pontianak: Kios, Ruko, Kendaraan, hingga Rumah Warga Hangus Dilalap Api

Sebarkan artikel ini
Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir seolah berada dalam kepungan api. Rentetan peristiwa kebakaran melanda sejumlah kawasan padat penduduk, menghanguskan kios, ruko, kendaraan, hingga rumah warga.
Aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran pun harus berjibaku, sementara dugaan korsleting listrik kembali mencuat sebagai pemicu utama.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Tabrani Ahmad Dalam, Pal Lima, Kecamatan Pontianak Barat, Kamis malam (15/1/2026) sekitar pukul 23.50 WIB.

Tiga kios dilalap si jago merah, dengan satu kios alat tulis kantor (ATK) bernama Anugerah Makmur mengalami kerusakan paling parah.

Kanit Reskrim Polsek Pontianak Barat, Ipda Alvon Oktobertus, mengungkapkan api pertama kali terlihat membesar dari bagian atap kios tersebut.

“Api awalnya muncul dari atap kios ATK dan kemudian merambat ke bangunan di sebelahnya. Satu kios kosong rusak berat, sementara satu kios pakaian ikut terdampak,” ujar Alvon kepada wartawan, Senin (29/1/2026) pagi.

Beruntung, seluruh kios dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Namun, kerugian materiel masih dalam proses pendataan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik.

Belum tuntas penyelidikan di Pontianak Barat, kebakaran kembali mengamuk di kawasan Jalan Tanjung Pura, Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu dini hari (17/1/2026).

Tiga unit ruko bangunan tua hangus terbakar, dua di antaranya diketahui dalam kondisi kosong.

Relawan pemadam kebakaran, Zavie, menyebut laporan diterima sekitar pukul 04.10 WIB saat api sudah membesar dan mengancam bangunan lain di kawasan padat tersebut.

“Kami mengalami kesulitan air. Pemadaman harus mengandalkan mobil tangki dan menyambung selang panjang ke sungai serta parit terdekat,” jelasnya.

Proses pemadaman hingga pendinginan memakan waktu lebih dari satu jam, menunjukkan tingginya risiko kebakaran di kawasan dengan kepadatan bangunan tinggi dan akses air terbatas.

Rentetan musibah belum berhenti. Minggu siang (18/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, satu rumah warga di Jalan Purnama, Gang Purnama I, kembali dilalap api. Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi saat pemilik rumah sedang membersihkan halaman.

Petugas Yayasan Pemadam Kebakaran Parit Baru Kalbar, Ronny Kasimin, mengatakan kobaran api berasal dari bagian belakang rumah dan dengan cepat membesar.

“Korban tidak sempat menyelamatkan harta benda. Tiga unit sepeda motor ikut terbakar dan tingkat kerusakan rumah diperkirakan mencapai 80 persen,” ungkap Ronny.

Kesulitan sumber air kembali menjadi kendala utama dalam proses pemadaman, sehingga warga sekitar turut membantu mencari pasokan air terdekat.

Rentetan kebakaran ini kembali menyoroti persoalan sistem kelistrikan pada bangunan tua, kepadatan permukiman, serta minimnya sumber air di sejumlah titik rawan di Kota Pontianak.

Aparat dan masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.