LANDAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meninjau lahan percontohan tanaman kedelai pada lahan UPTD Tanaman Holtikultura DPPKP Kabupaten Landak, di Kecamatan Jelimpo. Senin, 20 Januari 2026.
Sebelumnya pada 29 Desember 2025 lalu, Bupati Karolin, telah meluncurkan penyuluhan dan percontohan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) kedelai dan ubi kayu yang diinisiasi Himpunan Kerukutan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak di lokasi ini.
“Kemarin kita coba tanam kedelai ya, kemudian kayaknya masih belum berhasil. Kita lagi evaluasi apa yang menyebabkan dia enggak bisa tumbuh dengan baik,” ujar Bupati Karolin saat diwawancara usai peninjauan.
Karolin menyebut, evaluasi menyeluruh akan dilakukan mulai dari evaluasi jenis bibit, tata cara penanganan lahan dan lain-lain untuk memastikan pengembangaan tanaman kedelai bisa berjalan di Kabupaten Landak.
“Dan kita akan tanam lagi. Pokoknya kita masih penasaran kenapa enggak bisa tumbuh,” imbuhnya.
Dijelaskannya bahwa bibit kedelai terbaru didatangkan dari wilayah Jawa Timur, sebagai uji coba apakah varietas tersebut bisa cocok untuk kondisi tanah pada lahan yang saat ini dikerjakan.
Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Landak berupaya mengkolaborasikan program Dinas Pertanian dengan Dinas Kesehatan termasuk dengan menggali potensi pangan lokal terutama dalam mendukung program pengentasan stunting.
“Kita ingin menggabungkan program Dinas Pertanian dengan Dinas Kesehatan. Karena kita sedang menggalakkan penanganan stunting, kami sedang berupaya untuk menggali potensi pangan lokal yang bisa memiliki nilai gizi tinggi dan bisa kita sosialisasikan sebagai bagian dari revolusi makanan bagi masyarakat Landak agar stunting bisa kita cegah lebih dini,” jelasnya.

















