banner 468x60
Peristiwa

4 Pekerja Terperosok ke Cerobong PLTU Ketapang, 2 Tewas: Keluarga Soroti Dugaan Kelalaian K3

×

4 Pekerja Terperosok ke Cerobong PLTU Ketapang, 2 Tewas: Keluarga Soroti Dugaan Kelalaian K3

Sebarkan artikel ini
Screenshot

KETAPANG – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di lingkungan PT PLN Nusantara Power, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang, yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Empat pekerja dilaporkan terperosok ke dalam cerobong pembakaran bahan bakar PLTU pada Rabu (21/1/2026) sore.

Dari peristiwa tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat namun mengalami trauma dan masih menjalani perawatan di RSUD Ketapang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden terjadi sebelum pukul 16.00 WIB saat para pekerja tengah melakukan aktivitas perawatan (maintenance) di area cerobong. Keempat korban diketahui merupakan pekerja dari perusahaan vendor, PT Limas, yang sedang bertugas di area PLTU Ketapang.

Salah satu perwakilan keluarga korban mengatakan, hingga malam hari pihak keluarga belum mendapatkan penjelasan resmi dari manajemen perusahaan terkait kronologi kejadian maupun kondisi para korban.

“Kejadiannya sebelum jam empat sore. Tapi sampai sekarang kami belum tahu bagaimana keadaan mereka secara jelas,” ujar perwakilan keluarga korban di lokasi.

Keluarga korban juga menyoroti dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan PLTU. Mereka menyebutkan tidak tersedianya ambulans milik perusahaan saat proses evakuasi awal korban.

“Ambulans perusahaan tidak ada. Seharusnya di tempat kerja berisiko tinggi seperti ini ambulans selalu siaga. Korban pertama malah dibawa menggunakan mobil biasa,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, hingga malam hari keluarga korban masih bertahan di sekitar gerbang PLTU Ketapang.

Istri, orang tua, serta anak korban tampak menunggu dengan penuh kecemasan.

Keluarga mengaku tidak diizinkan masuk ke area perusahaan dan tidak mendapatkan penjelasan langsung dari pihak manajemen.

Seiring berjalannya waktu, jumlah warga dan keluarga pekerja yang berkumpul di depan gerbang PLTU semakin bertambah. Mereka menuntut kejelasan mengenai kronologi kejadian, kondisi korban, serta tanggung jawab perusahaan atas keselamatan para pekerja.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PLTU Ketapang maupun perusahaan vendor belum memberikan pernyataan resmi kepada keluarga korban maupun awak media.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Dedy Syahputra Bintang mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Terkait kejadian ini baru saja dilaporkan. Saat ini kami masih mendalami peristiwa tersebut dan memeriksa saksi-saksi yang ada di tempat kejadian perkara,” ujar Dedy.