banner 468x60
Pontianak

Perkuat Patroli Karhutla, Pemkot Pontianak Siagakan Tim 24 Jam

×

Perkuat Patroli Karhutla, Pemkot Pontianak Siagakan Tim 24 Jam

Sebarkan artikel ini

 

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak meningkatkan kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperkuat patroli, respons cepat pemadaman, serta penegakan hukum selama musim kemarau. Seluruh unsur terkait diminta bersiaga penuh selama 24 jam.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang digelar Jumat (30/1/2026).

“Fokus kita adalah pencegahan dan penanganan cepat. Begitu ada laporan titik api, tim harus segera bergerak agar api tidak meluas dan dampaknya bisa ditekan,” kata Amirullah.

Ia menyebut patroli rutin diperkuat di kawasan gambut dan wilayah pinggiran kota yang rawan terbakar. Patroli dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI dan Polri untuk mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Patroli gabungan di area rawan terus kita tingkatkan. Ini langkah penting untuk mencegah kebakaran sejak dini,” ujarnya.

Amirullah juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak memperkuat tim piket dan pemantauan di kecamatan dengan tingkat kerawanan tinggi, seperti Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara. Pengawasan dilakukan melalui patroli darat serta laporan berjenjang dari kelurahan.

“Posko dan tim piket harus benar-benar siap. Wilayah yang memiliki riwayat kebakaran perlu dipantau lebih intensif,” katanya.

Dalam sejumlah kejadian, petugas menemukan indikasi adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran lahan. Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

“Jika ditemukan unsur sengaja, tentu akan kita tindak tegas. Penegakan hukum diperlukan untuk memberikan efek jera,” tegas Amirullah.

Pemkot Pontianak juga memperkuat koordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Barat, TNI, Polri, serta BMKG guna memantau perkembangan cuaca dan titik panas. Informasi terkait kondisi terkini dan imbauan kewaspadaan disampaikan secara berkala kepada masyarakat melalui kanal resmi pemerintah.

Amirullah menambahkan, asap yang dirasakan warga Pontianak tidak seluruhnya berasal dari wilayah kota.

“Sebagian asap bisa terbawa angin dari daerah lain. Meski demikian, personel dan peralatan tetap kita siagakan penuh di Pontianak,” ujarnya.