banner 468x60
Disdikbud

Penguatan Infrastruktur Pendidikan, 52 SMA dan SMK di Kalbar Direhabilitasi dan Revitalisasi

×

Penguatan Infrastruktur Pendidikan, 52 SMA dan SMK di Kalbar Direhabilitasi dan Revitalisasi

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Memasuki Februari 2026, penguatan sektor pendidikan di Kalimantan Barat terus menunjukkan progres signifikan. Program rehabilitasi dan revitalisasi infrastruktur sekolah yang telah berjalan sejak 2025 mulai memperlihatkan dampak nyata di berbagai daerah, 1 Februari 2026.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan terus diperkuat. Tahun 2025, sebanyak 52 sekolah jenjang SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta di Kalimantan Barat, mendapat bantuan rehabilitasi hingga revitalisasi infrastruktur dari pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri menyampaikan, bahwa total terdapat 26 sekolah SMA dan 26 sekolah SMK yang masuk dalam program bantuan tersebut.

“Total ada 52 sekolah yang terbagi jenjang SMA 26 sekolah, dan SMK 26 sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta di Kalbar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk jenjang SMA terdiri dari 25 sekolah negeri dan 1 sekolah swasta, sementara untuk jenjang SMK terdiri dari 23 sekolah negeri dan 3 sekolah swasta.

“Untuk tahun 2025 ini, proses pembangunannya sudah dimulai semua,” ucapnya.

Menurut Faisal, program ini menyasar sekolah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan perhatian serius.

“Untuk rehab sekolah ini minimal kondisi rusak sedang, sedangkan untuk rusak berat juga memperoleh revitalisasi atau bangun baru sepanjang ada lahan kosong,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar sekolah penerima bantuan berada dalam kategori rehabilitasi sedang, sementara empat SMK tambahan baru menerima program ini pada akhir September dan awal Oktober.

Pemerintah daerah terus melakukan monitoring agar pengerjaan berjalan sesuai standar mutu dan tepat waktu. Program ini menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh pelajar Kalbar mendapatkan fasilitas belajar yang aman dan nyaman.