banner 468x60
Disdikbud

Insiden Bom Molotov di SMPN 3 Kubu Raya, Disdikbud Kalbar Intruksikan Perketat Pengawasan Sekolah

×

Insiden Bom Molotov di SMPN 3 Kubu Raya, Disdikbud Kalbar Intruksikan Perketat Pengawasan Sekolah

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap pelajar dan keluarga menyusul insiden pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya yang menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah, 4 Februari 2026.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, mengatakan pihaknya telah melakukan pendalaman terhadap anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami sudah menelusuri akar masalah anak yang terlibat. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemantauan. Secara aktivitas sebenarnya sudah normal, namun tetap perlu pendampingan lebih lanjut,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, di Sungai Raya.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki sistem pengawasan terhadap anak usia remaja, baik di sekolah maupun di rumah

Menurut dia, hasil pendalaman sementara menunjukkan adanya faktor tekanan psikologis yang dipengaruhi kondisi keluarga. Pemerintah menemukan bahwa orang tua dan kakek anak tersebut sedang mengalami sakit, sehingga beban keluarga diduga berdampak pada kondisi mental anak.

“Peran orang tua sangat penting. Lingkungan keluarga harus menjadi perhatian utama. Anak seusia ini seharusnya tidak menanggung beban persoalan keluarga yang berat,” tuturnya.

Dinas Pendidikan bersama sekolah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, serta polisi akan melakukan pembinaan khusus dan pendampingan psikologis agar kejadian serupa tidak terulang.

Syarif menambahkan pihaknya juga akan memperketat pengawasan di lingkungan sekolah, mendorong kegiatan ekstrakurikuler positif, serta meminimalkan praktik perundungan.

Selain itu, orang tua diminta lebih aktif memantau aktivitas anak, termasuk penggunaan telepon genggam dan permainan daring.

“Kami mengimbau orang tua memperhatikan kegiatan anak di rumah, mengarahkan mereka pada aktivitas positif sesuai minat dan cita-cita mereka,” katanya.

Terkait penanganan hukum, Syarif menegaskan pendekatan yang digunakan mengedepankan pembinaan.

“Prinsipnya ultimum remedium. Kita selesaikan akar masalah dulu dan fokus pembinaan karena anak ini masih di bawah umur,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyayangkan aksi tersebut.

“Saya sudah monitor dan sangat menyayangkan aksi ini. Walaupun tidak ada kerusakan, tindakan tersebut tetap tidak bisa ditoleransi karena menimbulkan ketidaknyamanan,” kata dia, dalam keterangan tertulis.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, turut memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut. Ia menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan.

Menurut Faisal, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembinaan mental, emosional, dan moral peserta didik. Ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga agar pengawasan terhadap siswa semakin diperkuat.

Insiden tersebut menyebabkan satu orang korban dan telah mendapat penanganan medis. Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif.