PONTIANAK – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat meluncurkan program ASN Kalbar SATSET (Sadar Tangani Sampah untuk Lingkungan Kerja Terjaga) sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia terkait pembiasaan budaya bersih di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Program ini dirancang sebagai gerakan kolektif ASN untuk membangun budaya kerja yang bersih, tertib, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. SATSET disebut sebagai korve versi Kalimantan Barat, yang mengajak ASN berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan kerja sebelum memulai aktivitas pelayanan.
Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, menegaskan bahwa ASN Kalbar SATSET tidak dimaknai sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan bagian dari upaya pembentukan karakter ASN yang disiplin, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab terhadap ruang kerja serta pelayanan kepada masyarakat.
“SATSET ini adalah korve versi Kalbar. Bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan kerja yang bersih akan menciptakan suasana kerja yang sehat, nyaman, dan produktif,” ujar Windy, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, peluncuran program SATSET merupakan respons langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyerukan perang terhadap sampah dan meminta seluruh instansi pemerintahan menjadikan kebersihan sebagai budaya, dimulai dari lingkungan kerja masing-masing.
Dalam arahannya, Presiden bahkan meminta ASN meluangkan waktu membersihkan ruang kerja sebelum memulai aktivitas kantor. Arahan tersebut menjadi momentum bagi BPSDM Kalbar untuk mengambil langkah konkret.
“Ini bukan sekadar instruksi, tetapi panggilan perubahan budaya. Kita mulai dari hal sederhana, dari meja kerja sendiri, dari kantor kita sendiri,” tegas Windy.
Melalui SATSET, ASN didorong untuk membersihkan meja kerja, ruang kerja, lorong, hingga area sekitar kantor sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Program ini dirancang agar mudah diterapkan dan dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut Windy, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk ASN yang lebih disiplin dan profesional. Lingkungan kerja yang bersih juga diyakini berdampak langsung terhadap kinerja aparatur serta kenyamanan masyarakat penerima layanan.
“ASN adalah wajah pemerintah. Jika lingkungan kerjanya bersih dan tertata, pelayanan publik juga akan terasa lebih baik. Ini bagian dari reformasi birokrasi yang dimulai dari perilaku,” katanya.
BPSDM Kalbar menekankan agar ASN Kalbar SATSET tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan harian yang melekat dalam budaya kerja di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Melalui gerakan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya menjalankan arahan Presiden secara nyata, dimulai dari langkah paling mendasar: membangun budaya bersih dan disiplin di lingkungan kerja ASN.

















