Aksaraloka.com, KUBU RAYA – Sebanyak 14 personel relawan Pemadam Kebakaran dan Tanggap Darurat Swadesi Assalam mengikuti Latihan Dasar Pemadam Kebakaran dan Tanggap Darurat Angkatan 2026 yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (7–8/2/2026).
Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan relawan melalui pembekalan teori, teknik pemadaman, serta pengetahuan dasar kedaruratan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kekompakan, kerja sama tim, dan mempererat silaturahmi antara pengurus, anggota, masyarakat, hingga orang tua relawan.
Kepala Pelaksana BPBD Kubu Raya, Arianto, mengapresiasi langkah Swadesi Assalam dalam menyiapkan relawan secara matang sebelum diterjunkan ke lapangan.
Menurutnya, pemahaman yang komprehensif mengenai teknik pemadaman dan penanganan situasi darurat sangat penting untuk membentuk karakter relawan yang tenang, sigap, dan profesional.
“Pelatihan seperti ini dapat membentuk sikap, karakter, serta mentalitas relawan agar tetap tenang namun cekatan saat menghadapi kondisi darurat, termasuk kebakaran,” ujar Arianto saat menutup kegiatan pelatihan di halaman Kantor BPBD Kubu Raya, Minggu (8/2/2026).
Ia berharap para relawan Swadesi Assalam dapat bersinergi dengan BPBD dan masyarakat dalam menangani berbagai situasi darurat, baik di wilayah Kubu Raya maupun Kalimantan Barat secara umum.
Arianto juga menekankan pentingnya keselamatan relawan saat menjalankan tugas.
“Prinsip utama dalam penyelamatan adalah memastikan penyelamat dalam kondisi aman terlebih dahulu. Dengan memahami teknik penggunaan alat pemadam dan prosedur evakuasi yang benar, relawan diharapkan dapat bekerja secara aman,” tambahnya.
Selain pembekalan materi dan simulasi, para peserta juga mengikuti long march sejauh 27 kilometer, dimulai dari Kantor Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, hingga Kantor BPBD Kubu Raya.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana BPBD Kubu Raya, Suistiono, menjelaskan bahwa long march tersebut dirancang untuk menguji ketahanan fisik sekaligus memperkuat solidaritas antarrelawan.
“Kelelahan fisik akan mengikis ego pribadi dan digantikan rasa kebersamaan. Tidak ada yang bisa mencapai garis akhir sendirian. Keberhasilan ditentukan oleh kerja sama tim, termasuk bagaimana memotivasi anggota yang paling lelah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Desa Sungai Rengas, Ilyas, turut mengapresiasi pelaksanaan latihan dasar tersebut saat membuka kegiatan di halaman Kantor Desa Sungai Rengas, Sabtu (7/2/2026).
“Kami mengapresiasi Swadesi Assalam yang membekali relawannya dengan pengetahuan dasar sebelum terjun ke lokasi kebakaran maupun situasi darurat lainnya,” katanya.
Ia berharap para relawan dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat.
Menurutnya, peran relawan pemadam tidak terbatas pada pemadaman kebakaran semata.
“Relawan juga terlibat dalam evakuasi korban bencana, penanganan hewan berbahaya, hingga membantu persoalan sehari-hari masyarakat seperti membuka cincin yang tersangkut atau mencari kunci motor yang jatuh ke selokan,” pungkasnya.












