banner 468x60
Pontianak

Kaji Terap ke Jawa Timur, Kalbar Bidik Peningkatan Status Proklim Lestari

×

Kaji Terap ke Jawa Timur, Kalbar Bidik Peningkatan Status Proklim Lestari

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat melakukan kaji terap pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) di Provinsi Jawa Timur pada 10–14 Februari 2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani, sebagai langkah strategis meningkatkan status sejumlah lokasi Proklim di Kalbar dari kategori Utama menjadi Lestari.

“Kaji terap ini diharapkan memberi pembelajaran nyata bagi peserta agar dapat melihat, mengamati, lalu menerapkan praktik baik di daerah masing-masing,” ujar Adi Yani.

Kegiatan dilaksanakan di Kota Surabaya dan Madiun dengan dukungan pendanaan Result Based Payment (RBP) REDD+ GCF Output 2 Kalimantan Barat. Peserta berasal dari DLHK Kalbar bersama enam kabupaten intervensi RBP REDD+ yakni Mempawah, Bengkayang, Landak, Sambas, Sekadau, dan Kayong Utara.

Turut bergabung perwakilan dari Ketapang, Sanggau, serta Kota Pontianak, termasuk desa-desa penerima trofi Proklim Utama.

Belajar dari Daerah yang Konsisten Raih Proklim Lestari

Surabaya dan Madiun dipilih karena dinilai berhasil mempertahankan capaian Proklim Lestari selama bertahun-tahun. Kedua kota tersebut secara konsisten meraih penghargaan tertinggi dalam program yang bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Surabaya, Wasis, mengungkapkan strategi utama daerahnya adalah fokus pada kualitas, bukan kuantitas.

“Kami hanya mengusulkan satu RW atau kampung setiap tahun, tetapi dipersiapkan sangat matang, baik dokumen maupun kesiapan lapangan. Usulan lain disiapkan untuk tahun berikutnya,” jelasnya.

Pendekatan tersebut didukung kolaborasi lintas perangkat daerah, akademisi, perusahaan, hingga lembaga swadaya masyarakat. Bahkan mahasiswa dilibatkan dalam penyusunan dokumen, pengarsipan, hingga pengolahan data agar memenuhi standar penilaian nasional.

Forum Penggiat Jadi Kunci di Madiun

Berbeda dengan Surabaya, Kota Madiun mengandalkan Forum Penggiat Proklim sebagai motor penggerak keberlanjutan program. Forum ini berisi kader lingkungan dari berbagai RW yang rutin bertemu untuk berbagi inovasi dan memantau perkembangan lokasi Proklim.

Sekretaris DLH Kota Madiun, Feti Indriani, mengatakan forum tersebut memastikan setiap lokasi tetap aktif setelah menerima penghargaan.

“Lokasi yang sudah mendapat trofi tetap terhubung dan termonitor. Mereka saling berbagi pengalaman sehingga memacu wilayah lain untuk berkembang,” ujarnya.

Subkoordinator Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kota Madiun, Annita Yuli Mayasari, menegaskan semangat yang dibangun adalah kemajuan bersama.

“Prinsipnya maju berkelompok. Ayo maju bersama, lolos bersama,” katanya.

Kalbar Miliki 295 Lokasi Proklim

Hingga 2025, Kalimantan Barat telah mengantongi 295 penghargaan Proklim, terdiri atas 11 trofi Proklim Utama, 77 sertifikat Utama, 113 sertifikat Madya, dan 94 sertifikat Pratama.

DLHK Kalbar kini menargetkan peningkatan kualitas lokasi-lokasi tersebut agar naik kelas menjadi Proklim Lestari melalui penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan program lingkungan.

Adi Yani menegaskan kaji terap ini bukan sekadar kunjungan studi.

“Kunjungan ini harus menghasilkan output nyata. Inovasi yang dipelajari harus diadaptasi sesuai konteks lokal Kalimantan Barat agar status Proklim di daerah kita bisa meningkat,” tegasnya.