AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan program rehabilitasi dan revitalisasi puluhan sekolah yang telah berjalan sepanjang 2025 tetap menjadi prioritas pengawalan, 14 Februari 2026.
Sebanyak 52 sekolah jenjang SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, telah mendapatkan bantuan peningkatan infrastruktur dari pemerintah pusat sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan di Kalbar.
Di bawah arahan Gubernur Ria Norsan, pembangunan infrastruktur pendidikan dinilai sebagai fondasi penting dalam menciptakan pemerataan akses belajar yang layak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri menyampaikan, bahwa total terdapat 26 sekolah SMA dan 26 sekolah SMK yang masuk dalam program bantuan tersebut.
“Total ada 52 sekolah yang terbagi jenjang SMA 26 sekolah, dan SMK 26 sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta di Kalbar,” ujarnya
Ia menjelaskan rincian penerima bantuan tersebut, yakni 25 SMA negeri dan 1 SMA swasta, serta 23 SMK negeri dan 3 SMK swasta.
“Proses pembangunannya sudah dimulai semua,” ucapnya.
Program ini difokuskan pada sekolah dengan tingkat kerusakan bangunan tertentu.
“Untuk rehab sekolah ini minimal kondisi rusak sedang, sedangkan untuk rusak berat juga memperoleh revitalisasi atau bangun baru sepanjang ada lahan kosong,” jelasnya.
Pemerintah daerah menilai penguatan infrastruktur sekolah tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, tetapi juga menjadi bagian dari misi pembangunan yang lebih luas.
Hal ini juga sejalan dengan misi pembangunan pemerintahan Ria Norsan-Krisantus yakni peningkatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur Kalbar yang adil dan berkelanjutan.

















