Aksaraloka.com, Boven Digoel – Satuan Tugas Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) memastikan pemulihan operasional Bandara Korowai Batu di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, setelah insiden pesawat Smart Air PK-SNR.
Langkah ini dilakukan guna menjamin kelancaran penerbangan perintis dan akses transportasi bagi masyarakat pedalaman, khususnya wilayah Donawage.

Personel Korpasgat kini memegang kendali dukungan operasional bandara, mulai dari membantu komunikasi udara dengan pilot, menyampaikan informasi cuaca, hingga berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar.
Kehadiran mereka dinilai krusial untuk memastikan keselamatan serta keamanan aktivitas penerbangan di wilayah terpencil tersebut.
Dansektor III Satgas Korpasgat, Evan Melsan Worabay, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas operasional bandara.
“Satgas Korpasgat bertugas memulihkan dan menjaga kelancaran operasional Bandara Korowai Batu. Kami mendukung komunikasi udara dengan pilot, menyampaikan informasi cuaca, dan berkoordinasi dengan semua pihak agar penerbangan perintis dan akses transportasi masyarakat tetap berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Upaya penguatan koordinasi juga ditandai kunjungan kerja Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Bambang Trisnohadi dan Panglima Komando Operasi Udara (Pangkodau) III Azhar Aditama ke lokasi.
Rombongan berangkat dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat TNI AU CN-235 yang berhasil lepas landas dan mendarat mulus di tengah kondisi cuaca serta medan yang menantang.

Kehadiran Satgas Korpasgat di bandara tersebut diharapkan mampu menjamin keberlangsungan transportasi udara sebagai jalur vital mobilitas warga dan distribusi logistik di kawasan pedalaman Papua Selatan.











