banner 468x60
Aksara Landak

GPM di Pahauman, Pemkab Landak Sediakan Bahan Pokok Murah serta Gas 3 Kg

×

GPM di Pahauman, Pemkab Landak Sediakan Bahan Pokok Murah serta Gas 3 Kg

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak menghadirkan berbagai bahan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Baru Pahauman, Kecamatan Sengah Temila. Kamis, 19 Februari 2026, sore.

Meski sempat diguyur hujan, GPM yang dibuka langsung Bupati Landak, Karolin Margret Natasa dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga menghadapi hari besar keagamaan khususnya bulan Ramadan ini tetap diserbu warga yang antusias.

Dalam GPM ini disediakan bahan pokok yakni Beras SPHP Bulog dengan harga Rp60.000 per 5 kg, Minyak Kita Rp15.000 per liter, Gula Fit Rp17.500 per kg, Telur Rp1.900 per butir, Bawang Merah Rp72.000 per kg (tersedia kemasan 0,5 kg), Bawang Putih Rp48.000 per kg (tersedia kemasan 0,5 kg), Tepung Terigu Rp13.000, Mentega Rp6.500, Susu Kental Manis: Rp11.500, Cabai Rawit Rp10.000 per kemasan, Tomat Rp10.000 per kemasan termasuk Tabung Gas 3 kilogram yang dijual Rp20.000.

Dalam sambutannya, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan kegiatan pasar murah ini dilakukan karena dari monitoring di pasar, kondisi harga bahan-bahan kebutuhan pokok itu terus meningkat.

“Mungkin banyak faktornya, salah satunya dalam memasuki bulan Ramadan menjelang Lebaran itu biasanya memang harga-harga kebutuhan bahan pokok itu meningkat karena adanya peningkatan belanja dari suasana bulan puasa atau bulan Ramadan,” katanya.

Selain itu kondisi dunia secara global saat ini juga berpengaruh, yang menyebabkan pasokan beberapa barang impor susah didapat.

“Termasuk salah satunya yang kita masih impor, bawang putih,” tuturnya.

Kondisi politik internasional dan ketegangan di berbagai negara saat ini juga menurut Karolin berpengaruh terhadap kondisi perdagangan dunia.

Untuk itu, dikatakannya pemerintah pusat terutama Presiden Prabowo Subianto meminta agar pemerintah daerah berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan pasokan dan harga pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Karolin turut meminta masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam kebutuhan pokok sehingga selain bisa lebih berhemat juga mengurangi ketergantungan dengan pasokan pasar.

“Misalnya cabai kalau bisa kita tanam, tomat kita tanam supaya Ibu/Bapak bisa menyediakan kebutuhan paling tidak untuk rumah tangga. Karena memang barang-barang semakin mahal, semakin sulit didapat,” imbuhnya.

Dia juga turut menjelaskan kondisi ketersediaan dan harga tabung gas 3 kilogram yang harganya kerap melonjak dan sulit didapat setiap menjelang hari raya.

Pemerintah saat ini disebutnya sedang berusaha mencarikan bagaimana agar subsidi yang diberikan itu sesuai dengan kondisi.

Dijelaskannya bahwa perubahan sistem distribusi LPG 3 kilogram yang lebih ketat dari pusat baik harus menggunakan KK dan KTP, justru berpengaruh. Karena yang dulunya pangkalan bisa dapat sampai 500 tabung, sekarang maksimal bisa dapat 200 tabung.

“Oleh karena itu, Pak Kornelis sebagai anggota DPR RI Komisi 12 juga sudah menyampaikan keresahan dari Bapak dan Ibu yang disampaikan kepada kami, pemerintah daerah, dan kondisi di lapangan yang kami juga lakukan monitoring setiap minggunya,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya harga bahan pokok yang lebih murah dalam GPM ini karena ada subsidi dari pemerintah daerah sehingga harga bisa lebih murah. Sebab pemerintah daerah menanggung biaya angkutan.