KETAPANG – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meresmikan Asrama Putra St. Sebastianus Tanjung di Desa Teluk Runjai, Kecamatan Jelai Hulu, Sabtu (21/2/2026).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, disaksikan tokoh masyarakat, tokoh adat, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, serta perwakilan Yayasan Pangudi Luhur dan Bruder FIC.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas berdirinya asrama tersebut. Ia menilai keberadaan asrama menjadi sarana strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan, khususnya bagi anak-anak di wilayah pedalaman.
“Saya merasakan sendiri bagaimana kehidupan berasrama membentuk karakter, kedisiplinan, dan mental yang kuat. Asrama bukan hanya tempat tinggal, tetapi menjadi kawah candradimuka pembentukan generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran Asrama Putra St. Sebastianus membawa semangat baru bagi para pembina dan peserta didik dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sejumlah kebijakan telah dijalankan, di antaranya moratorium perpindahan guru dari pedalaman ke kota guna mengatasi kekurangan tenaga pendidik, perbaikan infrastruktur sekolah dan rumah dinas guru secara bertahap, serta pemberian bantuan seragam dan buku tulis gratis bagi siswa SD dan SMP.
Selain itu, Pemkab Ketapang juga menyalurkan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu melalui program Kartu Ketapang Pintar untuk jenjang SD dan SMP, serta bantuan pendidikan bagi mahasiswa melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
“Pendidikan menjadi perhatian utama kami karena berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM), rata-rata lama sekolah di Ketapang masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kami terus mendorong berbagai program agar anak-anak tetap bersekolah dan mendapatkan akses pendidikan yang layak,” jelasnya.
Tak hanya pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi prioritas. Pemerintah daerah terus melakukan pembenahan fasilitas puskesmas serta menghadirkan layanan kesehatan gratis dalam setiap kunjungan kerja ke kecamatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pangudi Luhur dan Kongregasi Bruder FIC atas kontribusinya dalam membantu penyelenggaraan pendidikan di wilayah pedalaman. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, dan tokoh agama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Kolaborasi antara adat, budaya, dan gereja merupakan kekuatan kita bersama. Semoga dari asrama ini lahir generasi penerus yang tangguh, berkarakter, dan menjadi kebanggaan daerah,” tutupnya.
Peresmian berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Ketapang.

















