PONTIANAK — Suasana berbuka puasa di Orchardz Ayani Pontianak tahun ini terasa berbeda. Mengusung tema Harmoni Kebersamaan, hotel tersebut menghadirkan dominasi kuliner Nusantara, dengan sajian Nasi Padang yang menjadi favorit para tamu.
Antrean panjang tampak di salah satu sudut area berbuka. Meja hidangan Nasi Padang menjadi pusat perhatian pengunjung yang ingin lebih dulu menikmati lauk khas Minang sebelum mencoba menu lainnya.
Chef Adi, selaku chef Orchardz Ayani Pontianak, mengatakan bahwa konsep Ramadan tahun ini memang difokuskan pada cita rasa Indonesia.
“Sekitar 80 persen menu kita Nusantara. Tahun lalu lebih ke Arabian, tapi kami melihat animo tamu, khususnya warga Pontianak, lebih menyukai masakan Indonesia,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Setiap hari, hotel menyajikan 80 hingga 100 jenis hidangan. Pilihannya beragam, mulai dari nasi liwet, aneka soto seperti soto Padang, soto tangkar, dan soto Bandung, hingga berbagai lauk khas daerah lainnya. Menu Arabian tetap tersedia, namun hanya sebagai pelengkap.
Di antara banyak pilihan tersebut, Nasi Padang kerap menjadi menu yang paling cepat habis. Lauk seperti ayam gulai, paru balado, lalapan daun ubi, kuah khas Padang, dan sambal Minang membuat pengunjung rela mengantre.
Chef Adi menjelaskan, seluruh menu menggunakan sistem rotasi harian selama satu bulan penuh Ramadan.
“Besok menunya berubah lagi. Jadi tamu yang datang berkali-kali tetap bisa menikmati variasi berbeda,” katanya.
Menu rotasi tersebut telah disusun sejak awal Ramadan agar setiap tanggal menghadirkan kombinasi hidangan yang tidak sama, sehingga pengalaman berbuka terasa lebih spesial.
Untuk menikmati seluruh sajian, tamu cukup membayar Rp139.000 per paket, sudah termasuk takjil, makanan utama, hingga hidangan penutup.
Dengan dominasi kuliner Nusantara, suasana berbuka di Orchardz Ayani Pontianak tahun ini menghadirkan kehangatan khas rumah makan Indonesia, selaras dengan tema kebersamaan yang diangkat selama Ramadan.

















