PUTUSSIBAU — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan komitmen percepatan pembangunan memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan.
Penegasan itu disampaikan saat Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (21/2/2026).
Kapuas Hulu menjadi lokasi perdana Safari Ramadan yang bertepatan dengan 3 Ramadan 1447 H. Kegiatan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memastikan arah pembangunan berjalan selaras.
Dalam sambutannya, Norsan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat serta mengajak seluruh elemen menjadikan Ramadan sebagai sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat komitmen membangun daerah.
“Tahun ini memiliki makna khusus karena kami memasuki tahun kedua masa jabatan. Tahun pertama telah dilalui dengan kerja keras membangun fondasi pembangunan yang terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Norsan, sejumlah Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan tren positif, antara lain pada pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan tata kelola pemerintahan.
Selain itu, peningkatan Indeks Kinerja Daerah (IKD) terus didorong melalui perbaikan perencanaan, penganggaran, dan akuntabilitas perangkat daerah agar pembangunan semakin efektif dan efisien.
Namun, ia menegaskan capaian di tingkat provinsi harus berjalan seiring dengan kabupaten/kota. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan terus menyelaraskan program pembangunan dengan prioritas provinsi dan nasional.
“Penyelarasan IKU dan IKD penting agar pembangunan benar-benar terintegrasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Norsan juga menyoroti posisi strategis Kapuas Hulu sebagai wilayah perbatasan negara yang memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Peningkatan konektivitas infrastruktur, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, pengembangan sumber daya manusia, dan pelayanan publik dinilai harus terus ditingkatkan melalui sinergi antarlevel pemerintahan.
Ia menegaskan, kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci untuk mempercepat realisasi pembangunan, terutama di kawasan perbatasan yang membutuhkan perhatian khusus.
“Ada masalah besar kita kecilkan, ada masalah kecil kita selesaikan bersama. Dengan sinergitas yang kuat, kita optimistis target pembangunan dapat tercapai secara optimal,” tegasnya.
Melalui Safari Ramadan ini, Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, pelaku usaha, organisasi masyarakat, perempuan, generasi muda, hingga masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi membangun Kalimantan Barat.
“Mari jadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan memperkuat komitmen membangun Kalimantan Barat yang kita cintai,” pungkasnya.

















