MELAWI — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak Pemerintah Kabupaten Melawi mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai kunci mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Pendopo Kabupaten Melawi, Nanga Pinoh, Senin (23/2/2026).
Melawi menjadi daerah ketiga dalam rangkaian Safari Ramadan gubernur, setelah sebelumnya mengunjungi Putussibau dan Kabupaten Sintang.
Norsan menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi perhatian bersama, terutama melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kita harus bekerja bersama meningkatkan IPM, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Pemerintah Provinsi siap mendukung penuh agar Melawi bisa mengejar ketertinggalan dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” ujarnya.
Secara umum, kata dia, capaian pembangunan Kalimantan Barat menunjukkan tren positif dengan sejumlah target kinerja yang berhasil dicapai. Namun, IPM Kalimantan Barat masih tercatat sebagai yang terendah dibandingkan provinsi lain di wilayah Kalimantan.
Karena itu, pemerintah provinsi memberikan perhatian khusus kepada daerah dengan capaian IPM rendah, termasuk Kabupaten Melawi. Dukungan akan difokuskan pada peningkatan akses layanan dasar serta pembangunan infrastruktur penunjang.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah konektivitas wilayah, termasuk ruas jalan menuju Kecamatan Sokan yang masih terputus ke arah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Menurut Norsan, keterbukaan akses menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat pedalaman.
“Kalau akses jalan terbuka, pelayanan kesehatan mudah dijangkau, pendidikan lebih baik, ekonomi bergerak. Ini semua akan berdampak pada peningkatan IPM,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, pemerintah provinsi turut menyalurkan bantuan sembako kepada pondok pesantren dan masjid sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat selama Ramadan. Bantuan tersebut disambut antusias para santri, pengurus pesantren, dan warga.
Norsan menegaskan, Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk memastikan kehadiran pemerintah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir, mendengar kebutuhan masyarakat, serta mendorong pembangunan yang merata dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia optimistis, melalui kerja sama semua pihak, Kabupaten Melawi mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat pembangunan daerah. Momentum Ramadan, lanjutnya, diharapkan semakin memperkuat persatuan dalam membangun Kalimantan Barat.
“Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan kerja bersama agar pembangunan dirasakan seluruh masyarakat,” katanya.

















