banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Safari Ramadan Jadi Momentum Ria Norsan Pantau Fasilitas Pendidikan di Melawi

×

Safari Ramadan Jadi Momentum Ria Norsan Pantau Fasilitas Pendidikan di Melawi

Sebarkan artikel ini

MELAWI — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memanfaatkan rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah untuk meninjau langsung kondisi fasilitas pendidikan di daerah, salah satunya di Kabupaten Melawi.

Kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Nanga Pinoh, Selasa (24/2/2026), dilakukan sebagai respons atas keluhan para pelajar terkait genangan air yang kerap mengganggu aktivitas belajar saat hujan turun.

Saat meninjau lokasi, gubernur mendapati lingkungan sekolah sering tergenang akibat saluran air yang tersumbat serta sistem drainase yang belum memadai.

“Genangan air ini karena saluran tersumbat dan pembuangan air belum baik. Ini mengganggu anak-anak belajar karena sepatu bisa basah saat lewat,” ujar Norsan di sela peninjauan.

Ia menegaskan persoalan tersebut harus segera ditangani agar tidak menghambat proses belajar mengajar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata dia, akan mengambil langkah cepat untuk memperbaiki sistem drainase di lingkungan sekolah.

“Insyaallah akan kita atasi secepat mungkin,” katanya.

Menurut Norsan, Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga kesempatan melihat langsung berbagai persoalan di lapangan, termasuk kondisi sarana pendidikan.

Ia menilai ketersediaan fasilitas sekolah yang layak dan nyaman merupakan salah satu kunci peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama di Kabupaten Melawi yang masih memerlukan percepatan pembangunan sektor pendidikan.

Selain persoalan drainase, Norsan juga menyoroti jumlah siswa SMK Negeri 1 Nanga Pinoh yang terus meningkat setiap tahun. Ia memperkirakan jumlah peserta didik dapat menembus lebih dari 2.000 siswa pada tahun depan.

Dengan pertumbuhan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membuka kemungkinan relokasi sekolah ke lokasi yang lebih luas dan representatif.

“Ada kemungkinan besar akan kita relokasi, karena siswa SMK ini tiap tahun bertambah. Kita siapkan lokasi yang lebih layak agar proses belajar lebih nyaman,” ujarnya.

Pemerintah daerah akan melakukan kajian lebih lanjut terkait rencana relokasi tersebut, termasuk penyiapan lahan dan perencanaan pembangunan.

Langkah ini, menurut Norsan, merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan sarana pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Barat semakin baik dan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.