banner 468x60
Info Ketapang

Semarak Pawai Cap Go Meh 2026 di Ketapang Ribuan Warga Padati Sejumlah Ruas Jalan

×

Semarak Pawai Cap Go Meh 2026 di Ketapang Ribuan Warga Padati Sejumlah Ruas Jalan

Sebarkan artikel ini

KETAPANG — Puncak perayaan Cap Go Meh 2026 di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berlangsung semarak pada Selasa (3/3/2026) malam.

Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kota Ketapang untuk menyaksikan pawai budaya yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat setempat.

Iring-iringan pawai menampilkan beragam atraksi, mulai dari 10 replika naga, sekitar 30 kelompok barongsai, mobil hias, hingga satu replika burung phoenix berukuran besar. Penampilan tersebut menyedot perhatian warga yang memadati sepanjang rute pawai hingga acara berakhir.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang hadir langsung dalam kegiatan itu, mengapresiasi partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak sehingga perayaan berjalan lancar.

Menurut dia, keamanan dan ketertiban menjadi faktor utama terselenggaranya kegiatan budaya berskala besar tersebut.

“Ketapang adalah rumah besar bagi kita semua, dengan latar belakang suku dan agama yang beragam. Kondisi aman dan damai menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat mengekspresikan budaya secara terbuka dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Ketapang, Susilo Aheng, mengatakan perayaan Cap Go Meh tahun ini memiliki makna tersendiri karena berlangsung berdekatan dengan bulan Ramadhan dan menjelang perayaan Paskah.

Ia menilai momentum tersebut mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Ketapang yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.

“Cap Go Meh bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya daerah yang bisa dinikmati bersama seluruh lapisan masyarakat,” kata Susilo.

Ketua Panitia Cap Go Meh 2026, Rahman Efendi, menambahkan perayaan ini merupakan milik bersama masyarakat Ketapang. Menurut dia, momen kebersamaan di tengah keberagaman menjadi pesan utama dalam perayaan tahun ini.

“Ini bukti bahwa masyarakat Ketapang bisa hidup berdampingan dengan damai dan saling menghargai,” tuturnya.