Aksaraloka com, Bomakia, Papua Selatan – Bandara perintis Bomakia di Kabupaten Boven Digoel kembali beroperasi setelah sempat tidak digunakan.
Operasional bandara ditandai dengan pendaratan pesawat perintis jenis Cessna Caravan yang membawa logistik kebutuhan masyarakat pada Rabu (5/3).

Proses pendaratan pesawat berlangsung aman dan lancar dengan pengamanan ketat dari personel Satgas Yon Parako 466 Pasgat bersama Satgas Yonif 403 yang telah bersiaga di sekitar landasan.
Setibanya di bandara, pesawat yang membawa berbagai kebutuhan logistik masyarakat langsung melakukan proses bongkar muat di apron kecil bandara.
Personel satgas turut mengamankan area sekitar runway guna memastikan situasi tetap kondusif selama aktivitas berlangsung.
Danpos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Letda Pas Arya Wahyu Megantara, S.Tr. (Han), mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar dalam setiap aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.

“Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, mulai dari pendaratan pesawat hingga proses distribusi logistik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran aparat keamanan di lokasi bertujuan memberikan rasa aman sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang yang sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah pedalaman.
Bandara perintis seperti Bomakia memiliki peran vital sebagai jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat, mengingat akses transportasi darat di wilayah tersebut masih terbatas.
Masyarakat setempat pun menyambut baik kembali beroperasinya bandara tersebut.

Kehadiran pesawat perintis dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan pokok serta mendukung aktivitas ekonomi warga.
Dengan adanya dukungan pengamanan dan koordinasi antara aparat keamanan serta petugas bandara, diharapkan operasional penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua Selatan dapat berjalan secara rutin, aman, dan berkelanjutan.











