PONTIANAK – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menerima audiensi Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Yusub Dody Sandra, di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).
Pertemuan tersebut membahas dukungan serta percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait pembangunan dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kalimantan Barat.
Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Inf. Yusub Dody Sandra menyampaikan bahwa TNI saat ini tengah melakukan kajian serta pengumpulan data terkait implementasi program MBG di daerah. Kajian tersebut mencakup proses produksi makanan, kesiapan fasilitas dapur, hingga berbagai aspek pendukung lainnya.
“Kami melakukan penelitian dan pengumpulan data terkait pelaksanaan program MBG di daerah, termasuk melihat proses produksi serta kesiapan dapur yang ada di Kalbar. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana program ini berjalan serta dukungan apa saja yang masih diperlukan agar pelaksanaannya lebih optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Kalbar dr. Harisson menjelaskan bahwa pada tahap awal pelaksanaan program MBG, pemerintah daerah belum banyak dilibatkan. Namun setelah berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Barat, pemda mulai berperan aktif dalam mendukung pelaksanaannya.
“Pada awalnya pemerintah daerah tidak terlalu dilibatkan, sehingga kami juga belum memahami secara detail pelaksanaannya. Setelah berkoordinasi dengan Gubernur dan meminta untuk dilibatkan, pemerintah daerah mulai ikut mendukung program ini,” jelasnya.
Harisson menambahkan, pelaksanaan program MBG di wilayah perkotaan relatif tidak mengalami kendala berarti. Namun di daerah pedesaan dan wilayah terpencil, pengelolaan SPPG umumnya dilakukan oleh pemerintah desa dengan pengawasan tenaga kesehatan.
“Untuk daerah terpencil, SPPG biasanya dikelola oleh desa. Sementara mutu dan kualitas gizi makanan dipantau oleh tenaga kesehatan, khususnya ahli gizi dari puskesmas. Yang paling penting adalah menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak,” ungkapnya.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga berpotensi mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
“Program ini sangat baik karena dapat meningkatkan gizi anak-anak dan mendukung perkembangan kemampuan mereka. Selain itu, program ini juga dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat karena mampu menyerap tenaga kerja,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas percepatan pembangunan dapur MBG yang menjadi salah satu fokus pemerintah pusat. TNI berupaya membantu percepatan pembangunan fasilitas dapur tersebut, meski di lapangan masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan.
Sekda Kalbar menjelaskan, salah satu syarat utama pembangunan dapur MBG adalah tersedianya lahan dengan status hukum yang jelas, seperti lahan bersertifikat atau hak milik.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah menyiapkan lahan dengan status yang jelas, baik bersertifikat maupun hak milik. Jika sudah tersedia, maka dapat segera dilaporkan ke pusat untuk diproses pembangunan dapurnya,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui ketersediaan lahan milik pemerintah di Kalimantan Barat, khususnya di wilayah perkotaan, saat ini cukup terbatas dan tidak semuanya memenuhi kriteria yang dibutuhkan.
Meski begitu, Harisson menyambut baik keterlibatan TNI dalam mendampingi pelaksanaan program MBG, terutama dalam aspek kedisiplinan dan pengawasan di lapangan.
“Saya sangat setuju jika TNI ikut mengambil peran dalam pendampingan program ini karena TNI memiliki kedisiplinan yang tinggi. Hal ini penting untuk memastikan proses penyediaan makanan dilakukan dengan baik dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kasus keracunan makanan,” pungkasnya.
Ia berharap pendampingan TNI dapat memastikan pelaksanaan program MBG berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap teman-teman dari TNI terus melakukan pendampingan agar anggaran yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak disalahgunakan,” tutupnya.

















