LANDAK — Pemerintah Kabupaten Landak mengintensifkan operasi pasar murah serta penyaluran gas LPG 3 kilogram menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini digelar di halaman Masjid Agung Babul Ulum, Jalan Ilong, Desa Raja, Kecamatan Ngabang, Selasa (17/3/2026) pagi.
Operasi pasar tersebut dibuka langsung oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa. Kegiatan serupa juga telah dilaksanakan sehari sebelumnya di halaman Mapolres Landak.
Dalam sambutannya, Karolin menyampaikan bahwa operasi pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Lebaran.
“Biasanya menjelang Idulfitri kebutuhan masyarakat meningkat. Karena itu, hari ini kami menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah daripada di pasar,” ujarnya.
Sejumlah komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut antara lain paket sembako, telur ayam, bawang merah, bawang putih, mentega, tepung terigu, serta susu kental manis. Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan Pertamina untuk penyaluran LPG 3 kilogram.
Karolin mengakui, ketersediaan LPG 3 kilogram belakangan cukup terbatas karena adanya pengurangan kuota. Untuk wilayah Ngabang, distribusi gas masih dipasok dari Pontianak.
“Gas LPG bukan dari kami, tetapi dari Pertamina. Kami sudah meminta kerja sama dan direspons dengan baik. Namun untuk hari ini masih dalam perjalanan dan diperkirakan tiba sekitar pukul 11.00 WIB,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat yang ingin membeli LPG diwajibkan membawa KTP, sementara untuk pembelian sembako tidak memerlukan identitas.
Lebih lanjut, Karolin menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari raya.
Menurut dia, kenaikan harga menjelang Lebaran merupakan fenomena yang lazim terjadi akibat meningkatnya permintaan pasar. Selain itu, faktor eksternal seperti kondisi global juga dapat memengaruhi harga komoditas.
“Kita juga melihat situasi global, termasuk konflik yang bisa berdampak pada jalur distribusi migas. Efeknya bisa sampai ke kita dalam bentuk kenaikan harga,” ujarnya.
Di sisi lain, Karolin mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi keterbatasan anggaran akibat pengurangan transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp240 miliar pada tahun ini.
“Dengan segala keterbatasan, kami tetap berusaha agar kegiatan pasar murah ini bisa terlaksana dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan menjelang Lebaran.
Dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut, pembelian telur dibatasi karena ketersediaan stok yang terbatas. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu paket berisi 10 butir telur.
“Stok telur hanya sekitar 500 paket. Jadi satu orang hanya boleh beli satu pak,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Landak berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri.

















