LANDAK – Kepolisian Resor (Polres) Landak memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang kedapatan melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis subsidi Pertalite, di tengah kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU.
Langkah ini diambil menyusul masih terjadinya antrean pembelian BBM di beberapa wilayah di Kabupaten Landak dalam beberapa hari terakhir.
Polisi juga telah menyebarkan personel, termasuk personel Satreskrim untuk melakukan pengawasan dan patroli di titik-titik SPBU.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, melalui Kasat Reskrim Polres Landak, AKP Kuswiyanto mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi adanya oknum yang sengaja mengantre untuk menimbun BBM dan menjualnya kembali dengan harga tinggi.
“Setelah kita analisa, banyak yang diduga melakukan spekulasi. Mereka bukan murni mengantre untuk konsumsi, tetapi untuk ditimbun dan dijual kembali,” ujar Kuswiyanto, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, modus yang dilakukan yakni dengan mengantre berulang kali di SPBU, kemudian BBM yang diperoleh disedot dan disimpan dalam jeriken untuk dijual kembali.
Bahkan, dari hasil pantauan di lapangan, ditemukan adanya pengantre yang berasal dari luar Kabupaten Landak yang diduga sengaja mengantre BBM untuk dijual kembali di daerahnya.
“Mereka isi BBM di SPBU menggunakan kendaraan, lalu disedot kembali ke jeriken. Ada juga yang antre berkali-kali di lokasi yang sama,” jelasnya.
Akibat praktik tersebut, masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk mobilitas sehari-hari justru terhambat karena antrean menjadi panjang dan tidak kunjung berkurang.
“Yang antre untuk kebutuhan konsumsi jadi terganggu, karena disusupi oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi. Bahkan BBM dijual kembali dengan harga mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter,” tambahnya.
Sebelumnya, antrean panjang di SPBU wilayah Kabupaten Landak, mulai terjadi sejak Kamis (19/3/2026).
Kondisi ini dipicu berbagai faktor, mulai dari isu kelangkaan BBM yang mengakibatkan panic buying yang juga terjadi di beberapa wilayah Kalbar, meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Pihak Pertamina Kalimantan Barat sendiri telah berulang kali memastikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Namun, imbauan tersebut belum sepenuhnya meredam kekhawatiran masyarakat.
Untuk itu, Polres Landak mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terlibat dalam praktik penimbunan yang merugikan banyak pihak.
“Kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penimbunan BBM yang memanfaatkan situasi saat ini,” tegas Kuswiyanto.
Dari pantauan di lapangan meskipun mulai menurun, namun antrean warga masih terjadi pada SPBU-SPBU di Kabupaten Landak. Sementara stok BBM terutama jenis pertalite juga dipastikan tersedia setiap hari di SPBU-SPBU.

















