Aksaraloka.com, WAMENA – Kehadiran prajurit TNI di tanah Papua tidak hanya identik dengan tugas pengamanan wilayah, tetapi juga membawa misi kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Hal ini terlihat dari kegiatan sosial yang dilakukan prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat saat membaur bersama warga di sebuah perkampungan di pedalaman Papua.

Dalam salah satu momen yang terekam, seorang prajurit medis Satgas Yon Parako 466 terlihat berlutut dengan penuh ketelatenan membersihkan serta mengobati luka di lutut seorang anak kecil.
Dengan seragam taktis lengkap, prajurit tersebut tetap menunjukkan sisi humanisnya. Di samping sang anak, ibunya tampak mendampingi dengan raut wajah lega melihat putranya mendapatkan pertolongan medis.
Bagi masyarakat di wilayah pedalaman yang masih terbatas akses fasilitas kesehatannya, pelayanan sederhana dari prajurit TNI tersebut menjadi bantuan yang sangat berarti.
Selain memberikan layanan kesehatan, prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU ini juga menunjukkan kepeduliannya melalui kegiatan berbagi pakaian dan kebutuhan pokok.

Dalam momen lain, seorang prajurit terlihat dengan ramah memakaikan jaket dan celana panjang baru kepada seorang bocah.
Anak-anak lainnya juga tampak menerima kemeja yang dibagikan prajurit dengan senyum malu-malu namun penuh kebahagiaan.
Di sekitar lokasi kegiatan terlihat pula sejumlah kantong plastik putih berisi bingkisan yang disiapkan untuk dibagikan kepada warga guna membantu kebutuhan sehari-hari.

Kehangatan interaksi antara prajurit dan masyarakat semakin terasa saat sesi foto bersama.
Dengan latar belakang Honai—rumah adat khas masyarakat pegunungan Papua—para prajurit Korpasgat berbaur tanpa sekat dengan warga.
Mulai dari anak-anak, para ibu, hingga pemuda setempat tampak berpose bersama prajurit sambil membentuk simbol hati dengan jari-jari mereka.

Senyum tulus yang terpancar dari wajah warga dan prajurit menjadi gambaran kuatnya ikatan persaudaraan yang terjalin di tengah penugasan.
Danpos Wamena Satgas Yon Parako 466, Letda Pas Dhevan Harvi Saputra, S.Tr.(Han), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pendekatan teritorial yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Deretan potret ini menjadi bukti bahwa keberadaan prajurit TNI di Bumi Cenderawasih bukan sekadar menjalankan operasi, tetapi juga merangkul dan melayani masyarakat. Melalui kegiatan kemanusiaan seperti ini, kami ingin memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat demi mewujudkan Papua yang damai, aman, dan sejahtera,” ujarnya.











