banner 468x60
Aksara Landak

Sidak Pasar Tim Gabungan Temukan Harga Daging Sapi di Pasar Rakyat Landak Masih Tinggi

×

Sidak Pasar Tim Gabungan Temukan Harga Daging Sapi di Pasar Rakyat Landak Masih Tinggi

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Pasca Hari Raya Idul Fitri, tim gabungan yang terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Bulog, serta Satgas Pangan Kabupaten Landak melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Rakyat Kabupaten Landak, Kamis (26/3/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memantau harga dan ketersediaan sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasaran. Adapun komoditas yang diperiksa meliputi beras, minyak goreng, bawang merah dan putih, telur ayam, cabai, daging ayam, hingga daging sapi.

Ketua Tim Auditor Bapanas RI, Charles, mengatakan bahwa secara umum harga bahan pokok di Pasar Rakyat Landak masih tergolong stabil. Namun, terdapat beberapa komoditas yang harganya masih tinggi, terutama daging sapi segar.

“Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga stabil. Namun ada beberapa produk seperti daging sapi segar yang harganya masih tinggi karena persediaan di Kabupaten Landak masih terbatas,” ujarnya.

Selain daging sapi, harga telur ayam juga belum mengalami perubahan signifikan. Hal ini disebabkan pasokan dari agen di Pontianak belum masuk, sehingga harga masih mengacu pada harga sebelumnya.

“Untuk telur, tadi kami lihat di beberapa pedagang, harganya masih harga lama karena distribusi dari Pontianak belum masuk. Jadi harga belum stabil,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak Bapanas akan melaporkan hasil pemantauan tersebut kepada pimpinan dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah guna mencari solusi terhadap komoditas yang harganya belum stabil.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencarikan solusi, termasuk kemungkinan melibatkan pengusaha lokal dalam distribusi di pasar rakyat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Landak, Gusti Agus Kurniawan, membenarkan bahwa masih terdapat beberapa komoditas dengan harga tinggi, khususnya daging sapi.

“Memang ada beberapa komoditas yang masih tinggi seperti daging sapi. Setelah kami telusuri, stok yang tersedia masih merupakan stok sebelum Lebaran,” katanya.

Ia juga menyoroti harga daging ayam yang masih berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rantai distribusi yang cukup panjang hingga sampai ke tangan konsumen.

“Untuk daging ayam, rantai distribusinya cukup panjang sehingga harga di masyarakat mencapai Rp45 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berencana segera melakukan koordinasi dengan para pemilik kandang guna menekan harga di tingkat hulu agar berdampak pada penurunan harga di pasaran.

“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan pemilik kandang. Karena untuk menurunkan harga, memang harus dimulai dari tingkat atas atau produsen,” pungkasnya.