Aksaraloka.com, SINTANG – Program dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sintang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat lokal.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sintang, Zamzami, mengatakan saat ini terdapat delapan dapur SPPG yang telah beroperasi, sementara satu dapur lainnya masih dalam tahap pelatihan bagi penjamah makanan.
“Total ada sembilan kepala dapur dan semuanya merupakan masyarakat lokal Sintang. Setelah direkrut, mereka dikembalikan untuk mengelola dapur di wilayah masing-masing,” ujarnya, Jumat (5/4/2025) di Sintang.
Ia menjelaskan, setiap dapur juga diwajibkan merekrut tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
Bahkan, minimal 30 persen dari relawan yang terlibat berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau di bawah upah minimum regional (UMR).
“Dari delapan dapur yang sudah berjalan, saat ini ada 308 relawan yang terlibat. Mereka terdiri dari driver, tenaga persiapan, pengolahan makanan, distribusi, kebersihan hingga keamanan,” jelasnya.
Selain tenaga relawan, program ini juga melibatkan tenaga profesional seperti ahli gizi dan akuntan yang diutamakan berasal dari warga lokal.
Saat ini terdapat delapan ahli gizi dan delapan akuntan yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Sintang.
“Kalau memang tidak tersedia di lokal, baru kita ambil dari luar. Tapi saat ini semuanya masih bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” tambah Zamzami.
Dalam pelaksanaannya, pengawasan program dilakukan secara ketat dan berlapis, mulai dari pengecekan bahan baku hingga makanan siap didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Setiap bahan yang masuk diperiksa oleh ahli gizi dan akuntan. Jika tidak layak, langsung dikembalikan ke mitra atau penyedia untuk diganti,” tegasnya.
Pengawasan juga berlanjut hingga proses memasak. Bahkan sejak dini hari, ahli gizi telah memantau langsung proses pengolahan makanan untuk memastikan semuanya sesuai standar.
“Pagi harinya, kepala dapur dan akuntan kembali melakukan pengecekan sebelum makanan didistribusikan, termasuk memastikan kemasan atau ompreng yang diterima siswa dalam kondisi baik,” katanya.
Dengan sistem tersebut, program SPPG di Kabupaten Sintang diharapkan tidak hanya menjamin kualitas gizi bagi para penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.











