banner 468x60
Sintang

Stok Hewan Kurban di Sintang Aman, Disbunak Mulai Pemeriksaan Kesehatan Pertengahan Bulan

×

Stok Hewan Kurban di Sintang Aman, Disbunak Mulai Pemeriksaan Kesehatan Pertengahan Bulan

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SINTANG – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Sintang dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi.

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Sintang melalui Bidang Peternakan terus melakukan monitoring terhadap stok serta kesiapan para pengepul dan peternak.

Kepala Bidang Peternakan Disbunak Sintang, Eka Dahliana, didampingi dokter hewan Sriyanto, menjelaskan bahwa saat ini stok hewan kurban yang berada di kandang pengepul berkisar antara 400 hingga 500 ekor.

Selain itu, terdapat tambahan stok dari peternak yang diperkirakan mencapai sekitar 200 ekor.

“Untuk kebutuhan kurban tahun ini, stok kita cukup dan aman. Tidak perlu mendatangkan dari luar daerah karena ketersediaan di Sintang masih mencukupi,” ujarnya.

Ia merinci, untuk jenis kambing, stok yang tersedia di kandang pengepul saat ini sekitar 300 ekor.

Namun jumlah tersebut bersifat dinamis karena pengepul dapat menambah pasokan dari luar daerah jika terjadi peningkatan permintaan.

Sementara itu, stok sapi tersebar di sejumlah pengepul dengan jumlah bervariasi, mulai dari 30 hingga 150 ekor.

Tidak seluruhnya berada di kandang pengepul karena sebagian masih dititipkan di peternak.

“Biasanya pengepul menyesuaikan dengan kapasitas kandang yang rata-rata hanya mampu menampung 20 hingga 30 ekor. Jika stok di kandang sudah terjual, mereka akan mengambil tambahan dari peternak,” jelasnya.

Terkait kesehatan hewan kurban, pihak Disbunak akan mulai melakukan pemeriksaan kesehatan sejak satu bulan sebelum Hari Raya Iduladha, yakni sekitar pertengahan bulan ini.

“Pemeriksaan awal atau antemortem dilakukan di tempat pengepul, terutama untuk hewan yang datang dari luar daerah. Kemudian saat pemotongan, kita lakukan pemeriksaan post-mortem untuk memastikan organ dalam layak dikonsumsi,” terangnya.

Selain itu, pemeriksaan intensif juga akan dilakukan selama empat hari menjelang hingga saat Hari Raya Iduladha, guna memastikan seluruh hewan kurban yang dipotong memenuhi standar kesehatan.

Meski demikian, terkait potensi lonjakan kebutuhan hewan kurban tahun ini, Eka mengaku pihaknya belum dapat memastikan.

“Melihat kondisi saat ini, kemungkinan lonjakan masih belum bisa diprediksi. Namun secara umum stok kita masih dalam kondisi aman,” pungkasnya.