Aksaraloka.com, SINTANG – Sebanyak 50 pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sintang menjalani tes urine sebagai langkah deteksi dini sekaligus upaya pencegahan terhadap potensi peredaran gelap narkotika di lingkungan lembaga pemasyarakatan, Senin (6/4/2026).
Kepala Lapas Kelas IIB Sintang, Muhammad Rizal Fuadi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif yang dimulai dari internal lembaga.
“Tes urine ini bagian dari deteksi dini. Kita harus mulai dari instansi kita sendiri, bukan hanya warga binaan, tetapi juga seluruh pegawai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan untuk penindakan, melainkan lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan.
Menurutnya, lingkungan lapas memiliki risiko tinggi terhadap potensi penyalahgunaan narkotika karena adanya interaksi intens antara petugas dan warga binaan.
“Dalam tugas sehari-hari, pegawai berinteraksi dan berkomunikasi dengan warga binaan. Ada potensi godaan yang bisa menyeret petugas tanpa disadari. Ini yang harus kita antisipasi sejak dini,” jelasnya.
Rizal menegaskan, apabila ditemukan pegawai yang terindikasi positif menggunakan narkoba, pihaknya akan mengambil langkah tegas berupa sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, juga akan dilakukan pendalaman untuk mengetahui apakah yang bersangkutan hanya sebagai pengguna atau terlibat lebih jauh.
“Kita tidak ingin ini menjadi masalah yang lebih besar. Karena itu, pengawasan dan kewaspadaan diri sangat penting bagi seluruh pegawai,” tegasnya.
Selain kepada pegawai, pengawasan juga dilakukan terhadap warga binaan, khususnya mereka yang bekerja di dalam maupun di luar lapas.
Hal ini dilakukan guna mencegah kemungkinan adanya penyalahgunaan atau pemanfaatan oleh pihak tertentu untuk kepentingan peredaran narkotika.
Sementara itu, Kepala BNNK Sintang, Albert Manurung, mengapresiasi langkah yang dilakukan Lapas Sintang dalam upaya pemberantasan narkoba dari lingkungan internal.
“Upaya pemberantasan narkoba memang harus dimulai dari instansi sendiri. Kami mendukung penuh kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, BNNK Sintang menurunkan empat personel untuk membantu pelaksanaan teknis tes urine tersebut.

Jika nantinya ditemukan hasil positif, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak lapas untuk langkah lanjutan, termasuk kemungkinan rehabilitasi.
“Sejauh ini belum ada pegawai lapas yang menjalani rehabilitasi. Kita berharap hasilnya negatif sesuai kondisi yang ada saat ini,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Lapas Sintang juga turut menjalani tes urine bersama para pegawai sebagai bentuk komitmen dan keteladanan dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba di lingkungan lapas.











