banner 468x60
Sintang

28 Gerai Kopdes Merah Putih di Sintang Rampung Dibangun, Tunggu Operasional dan Tata Kelola

×

28 Gerai Kopdes Merah Putih di Sintang Rampung Dibangun, Tunggu Operasional dan Tata Kelola

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SINTANG –
Pemerintah terus mendorong percepatan operasional Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sintang.

Saat ini, fokus pembangunan tidak lagi pada tahap pendirian, melainkan pada kesiapan operasional serta penguatan tata kelola koperasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Subendi, pada Senin (6/4/2026).

Berdasarkan data yang ada, sebanyak 28 gerai koperasi telah selesai dibangun melalui kerja sama dengan pihak agribisnis dan TNI.

Beberapa di antaranya bahkan telah rampung 100 persen, seperti gerai di Balai Agung dan Sungai Tebelian, Kecamatan Sungai Tebelian.

“Sekarang kita bukan lagi bicara pendirian, tapi bagaimana koperasi ini bisa segera running operasionalnya,” ujar Subendi.

Meski pembangunan fisik sebagian gerai telah selesai, operasional koperasi masih menunggu proses penataan manajemen, termasuk keaktifan pengurus serta kesiapan sistem usaha yang akan dijalankan.

Pemerintah berharap gerai-gerai yang telah rampung dapat segera beroperasi sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa maupun kelurahan.

Berdasarkan data melalui aplikasi SIMKOPDES, sekitar 150 desa di Kabupaten Sintang sebenarnya telah siap dari sisi lahan untuk pembangunan koperasi.

Namun, realisasi pembangunan masih dilakukan secara bertahap dan saat ini baru mencapai 28 titik.

“Kita berharap pihak terkait bisa segera melakukan survei kelayakan agar pembangunan berikutnya dapat dipercepat,” katanya.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah proses verifikasi lahan yang harus memenuhi sejumlah kriteria serta sistem pengajuan yang berbasis aplikasi.

Hal ini membuat pembangunan harus melalui tahapan survei dan penilaian yang cukup ketat.

Selain itu, dari total rencana anggaran, beberapa komponen pendukung seperti infrastruktur listrik juga masih dalam proses penyelesaian.

Untuk wilayah kelurahan, dari total 16 kelurahan di Kabupaten Sintang, sebagian sudah memiliki lahan bahkan ada yang telah dibangun.

Namun, beberapa lainnya masih menghadapi kendala penyediaan lahan, terutama di kawasan perkotaan.

“Kelurahan di kota memang lebih banyak kendala soal lahan. Ada yang sudah siap, ada juga yang masih mencari,” tambahnya.

Pemerintah daerah menegaskan akan terus mendorong percepatan pembangunan sekaligus operasional koperasi tersebut sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.