AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen untuk memperkuat upaya perlindungan, pengembangan, dan pelestarian situs serta objek Cagar Budaya di wilayahnya, 11 Juni 2026.
Penetapan suatu objek atau bangunan menjadi Cagar Budaya Peringkat Provinsi tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan harus memenuhi kriteria nilai penting yang mewakili identitas, kreativitas, sejarah, serta tradisi masyarakat Kalimantan Barat.
Kriteria tersebut mencakup kepemilikan karya yang khas dan langka, menjadi bukti nyata perjalanan peradaban dan pertukaran budaya antarwilayah, hingga bangunan atau situs yang masih berkaitan erat dengan tradisi yang hidup dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, menegaskan bahwa pelestarian Cagar Budaya memiliki arti yang jauh lebih mendalam daripada sekadar menjaga peninggalan fisik dari masa lampau.
“Pelestarian Cagar Budaya bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, melainkan upaya aktif dalam merawat jati diri, identitas, dan warisan budaya bangsa agar tetap kokoh dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Syarif Faisal.
Ia menjelaskan bahwa situs-situs bersejarah di Kalimantan Barat merupakan saksi bisu perjalanan panjang peradaban daerah yang kaya akan keberagaman dan nilai-nilai luhur.
“Setiap objek dan situs Cagar Budaya menyimpan cerita tentang kreativitas, perjuangan, dan tradisi para leluhur kita. Jika kita tidak merawatnya, kita akan kehilangan penanda sejarah yang sangat berharga bagi pembentukan karakter generasi muda,” tegasnya.
Syarif Faisal juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda dan pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota, untuk bersama-sama mendukung dan aktif menjaga Cagar Budaya di lingkungannya masing-masing.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perlindungan, pengembangan, dan pelestarian Cagar Budaya membutuhkan sinergi dan kepedulian bersama. Kami berharap masyarakat dapat ikut menjaga serta mempromosikan Cagar Budaya yang ada di daerahnya agar tetap lestari dan memberikan manfaat edukatif maupun ekonomi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

















